Senin, 14 November 2011

Bertambah tapi sejatinya berkurang


Satu saat kala bilangan umurmu bertambah, itu berati bahwa sisa umurmu berkurang. Maka mari renungkan wahai kawan, telah engkau gunakan untuk apa umurmu kemarin dan engkau rencanakan akan dipergunakan untuk apa sisanya.

Satu saat kala bilangan umurmu bertambah, itu berarti bahwa sisa umurmu berkurang. Maka jangan engkau do’akan semoga panjang umur, karena itu bisa menjadi musibah. Bayangkan jika umurmu panjang, namun ketakwaanmu berkurang, kesehatanmu bermasalah, kekuatanmu tak lagi singgah maka bagaimana engkau akan beribadah. Padahal untuk beribadahlah tujuan penciptaan manusia.

Satu saat kala bilangan umurmu betambah, itu berarti bahwa sisa umurmu berkurang. Maka do’akanlah semoga hidupmu berkah. Berkah yang telah ditinggalkan, dan berkah yang akan dilalui berapapun sisanya karena semua telah ditetapkan ketika ruh ini diturunkan ke dalam jasad. Berkah berarti segalanya dilalui dengan ridlo dari Allah Tuhan Penguasa Segala Alam. Berkah berarti pula, engkau diberikan rizki dan kesehatan yang cukup dengan peruntukannya dan bermanfaat bagi semua.

Satu saat kala bilangan umurmu bertambah, itu berarti bahwa sisa umurmu berkurang. Maka do’akanlan semoga hidupmu bermanfaat. Bermanfaat bagi diri untuk menjadikan diri ini bertakwa, bermanfaat bagi keluarga tempat kita bercengkerama, bermanfaat bagi orang lain agar menjadi manusia yang terbaik.

Satu saat kala bilangan umurmu bertambah, itu berarti bahwa sisa umurmu berkurang.

Maka do’akanlah semoga hidupmu berkah dan bermanfaat….


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)