Seloka Menutup Aurat

Tutup aurat satu tuntutan,Dalam keluarga wajib tekankan,Kalau tak ikut gunalah rotan,Demi melaksanakan perintah Tuhan. Aurat ditutup mestilah lengkap,Tudung litup termasuk serkap,.

CAR INSURANCE FOR LADY DRIVERS

Car insurance companies prefer lady drivers to their gentlemen counterparts because they are considered as much less risky drivers.It is not that the accident rates of ladies are low. They face as many accidents as males do

AUTO LOAN NEW CAR

Is it time to get a new car? Do you want to purchase a new car to replace your current worn down vehicle? If yes is your answer- then you might want to think about your purchase and getting a loan for your new investment

CAR INSURANCE

America has become a culture of cars-SUV's- minivans and sports coupes. With all this traveling in and out- back and forth around the maze that is the United States infrastructure

NEW CAR LEASING TIPS

If you do have an accident with the outside or the inside of the car - you may have to pay for the cost. You will also only be allowed to put on so many miles in your lease period. This is hard for many people that do drive a lot

Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2011

Kesalahan Orang tua dalam mendidik anak

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan.”(HR. Bukhari Muslim)

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah Saw, beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman.

Keluarga (disamping sekolah dan masyarakat) memegang peranan penting dalam pendidikan anak. Karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam fase pertumbuhannya, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupannya (usia pra-sekolah). Pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sesudahnya.

Para ulama Islam banyak memberikan perhatian dan membahas tentang pentingnya pendidikan melalui keluarga. Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan anak mengatakan: “Ketahuilah, bahwa anak merupakan amanat bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya. Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan, dan berbahagialah kedua orang tuanya di dunia dan akhirat, juga setiap pendidik dan gurunya. Tetapi, jika dibiasakan dengan kejelekan dan dibiarkan tidak didik sebagaimana binatang ternak, niscaya dia akan menjadi jahat dan binasa”.

Dalam melaksanakan tugas mendidik anak, orang tua harus membekali dirinya dengan pengetahuan dan kearifan. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari kesalahan dan penyimpangan dalam melaksanakan tugas mulia tersebut.

Berikut ini sebagian kesalahan yang sering dilakukan oleh para orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Semoga Allah lmemberikan maunah (pertolongan)-Nya kepada kita untuk dapat menjauhinya dan menunjukkan kita kepada kebenaran.

1. Ucapan orang tua tidak sesuai dengan perbuatan.
Ini merupakan kesalahan terpenting, karena anak belajar dari orang tua banyak hal, tetapi ternyata sering bertentangan dengan apa yang telah diajarkannya. Tindakan ini berpengaruh buruk terhadap mental dan perilaku anak. Allah k mencela perbuatan ini dengan firman-Nya:
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”. (QS. 61:3)

Bagaimana anak akan belajar kejujuran kalau ia mengetahui orang tuanya berdusta? Bagaimana anak akan belajar sifat amanah, sementara ia melihat bapaknya menipu? Bagaimana anak akan belajar akhlak baik bila orang sekitarnya suka mengejek, berkata jelek dan berakhlak buruk?

Untuk itu sifat ini harus dihindari oleh para orang tua dan para pendidik.

2. Kedua orangtua tidak sepakat atas cara tertentu dalam pendidikan anak.
Kadangkala seorang anak melakukan perbuatan tertentu di hadapan kedua orang tuanya, pada saat itu sang ibu memuji dan mendorong sedang sang bapak memperingatkan dan mengancam. Anak akhirnya menjadi bingung, mana yang benar dan mana yang salah di antara keduanya. Hal ini sangat berbahaya, karena akan mengakibatkan anak menjadi bimbang dan segala urusan tidak jelas baginya.

3. Membiarkan anak menjadi korban televisi.
Media massa mempunyai pengaruh yang besar sekali dalam perilaku dan perbuatan anak, dan media yang paling berbahaya adalah televisi. Hampir tidak ada rumah yang tidak mempunyai televisi. Padahal pengaruhnya demikian luas terhadap anak maupun orang dewasa.

Banyak orang tua yang tidak menaruh perhatian bahwa anak mereka kecanduan menonton televisi. Padahal ini sangat berpengaruh terhadap akhlak, fitrah dan pendidikan mereka. Plomery, seorang peneliti mengatakan: “Anak pada umumnya, dan kebanyakan orang dewasa, cenderung menerima, tanpa mempertanyakan, segala informasi yang tampil di film-film dan kelihatan realistis. Mereka dapat mengingat materinya dengan cara yang lebih baik… maka akal pikiran mereka menelan begitu saja nilai-nilai yang rendah itu..”.

Oleh karena itu, anak-anak harus dilindungi dan diawasi dari perangkat yang dapat merusak ini. Hal ini, tidak diragukan lagi, bukan sesuatu yang mudah tetapi juga tidak mustahil, jika orang tua mempunyai kemauan untuk menjaga akhlak anak-anak mereka dan mempersiapkannya untuk mengemban misi agama dan ummat.

4. Menyerahkan tanggung jawab pendidikan anak kepada pembantu atau pengasuh.
Kesalahan yang amat serius dan banyak terjadi di masyarakat kita adalah fenomena kesibukan ibu dari peran utamanya merawat rumah dan anak-anak dengan hal-hal yang tentunya tak kalah penting dari pendidikan anak. Misalnya, sibuk dengan karir di luar rumah, atau sering mengadakan kunjungan, menghadiri pertemuan, atau hanya karena malas-malasan dan tidak mau menangani langsung urusan anak dan menyerahkan anak dalam perawatan wanita lain seperti pembantu, atau membawanya ke tempat pengasuhan. Akibatnya anak akan kehilangan kasih sayang ibu yang sangat dibutuhkannya. Hal ini berbahaya sekali terhadap kejiwaan anak dan masa depannya, karena anak berkembang tanpa kasih sayang. Jika anak miskin kasih sayang, ia pun akan bertindak keras terhadap anggota masyarakatnya, akibatnya masyarakat hidup dalam kekacauan, keretakan dan kekerasan.

5. Orang tua menampakkan kelemahannya dalam mendidik anak.
Hal ini banyak terjadi pada ibu-ibu dan kadangkala terjadi pada bapak-bapak. Kita dapatkan, misalnya, seorang ibu berkata: “Anak ini mengesalkan. Aku tidak sanggup menghadapinya. Aku tak tahu, apa yang harus aku perbuat dengannya”. Padahal saat itu anak mendengarkan ucapan tersebut, maka anak pun merasa bangga dapat mengganggu ibunya dan membandel karena dapat menunjukkan keberadaannya dengan cara ini.

6. Berusaha mengekang anak secara berlebihan
Sebahagian orang tua tidak memberi kesempatan bermain, bercanda dan bergerak kepada anak. Ini bertentangan dengan tabiat anak dan bisa membahayakan kesehatannya, karena permainan penting bagi pertumbuhan anak. Permainan di tempat yang bebas dan luas termasuk faktor terpenting yang membantu pertumbuhan fisik anak dan menjaga kesehatannya. Maka seharusnya orang tua tidak mencegah anak-anak yang sedang bermain pasir ketika wisata ke tepi pantai atau di tengah padang pasir, karena itu merupakan waktu bersenang-senang dan bermain bagi mereka, bukan waktu untuk berdisiplin.

7. Mendidik anak tidak percaya diri dan merendahkan pribadinya
Hal ini banyak terjadi di kalangan bapak-bapak; padahal ini berpengaruh jelek terhadap masa depan anak dan pandangannya terhadap kehidupan. Karena anak yang terdidik rendah pribadi dan tidak percaya diri akan tumbuh jadi penakut, lemah dan tidak mampu menghadapi beban dan tantangan hidup, bahkan sampai ia menjadi dewasa.

Karena itu, seyogianya anak-anak dipersiapkan untuk dapat melaksanakan tugas agama dan dunia. Dan hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendidik mereka untuk memiliki rasa percaya dan harga diri, namun tidak sombong dan takabur; serta senantiasa diupayakan agar anak dikenalkan pada hal-hal yang bernilai tinggi dan dijauhkan dari hal-hal yang bernilai rendah.


Diambil dan disarikan dari buku: “alwajiz fi at-tarbiyah
Karya: Syaikh Muhammad Al Hasan

Sumber : http://carihikmah.wordpress.com/2010/09/19/kesalahan-orang-tua-dalam-mendidik-anak/


Nabi Muhammad SAW. bersabda,
"Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tiada bertambah amalnya Tiada bertambah baginya dengan Allah kecuali bertambah jauh " (HR. Dailami dari Ali).

Nabi Muhammad SAW. juga bersabda,
"Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat." (HR. Al Baihaqi)


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya...
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... Amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Selasa, 08 November 2011

Ajari Anak Sholat

Buat muslim yang masih mempunyai anak kecil berusia 4-7 tahun, sudah sepatutnya sejak dini untuk mengajarkan tentang ibadah sholat agar kelak dewasanya nanti mereka terbiasa menjalaninya. Jangan dipandang sebagai hal yang sepele apalagi remeh, karena bagaimanapun dalam membentuk sebuah jiwa yang beriman dan patuh terhadap Tuhan bukanlah perkara instant atau semudah membalikkan telapan tangan.

Banyak orang tua muslim jaman sekarang yang terkesan cuek bebek melihat anaknya malas melakukan sholat. Sibuk akan mencari materi dan mempertebal iman sendirian tapi melupakan akidah keluarganya sendiri. Sungguh sangat disayangkan dan menyedihkan. Padahal do’a seorang anak yang soleh sangat dibutuhkan untuk orang tuanya nanti ketika tutup usia. Namun, bagaimana keinginan itu bisa terwujud jika sang anak saja tak mengerti sholat apalagi sekedar membaca sebuah do’a?

Setiap anak yang terlahir pasti suci. Semua berbalik pada niat orang tua yang membentuknya apakah akan menjadikan dia seorang Nasrani, Yahudi, ataupun pembangkang terhadap Sang Ilahi. Hidayah itu bukan dinanti tetapi harus dicari.



Minggu, 06 November 2011

Menonton TV Yang Sehat Untuk Anak-Anak


Pada zaman sekarang kebiasaan anak-anak salah satunya adalah kegemaran menonton berbagai macam tayangan televisi. Bila zaman dulu, televisi menjadi sebuah barang yang langka bagi anak-anak, masa sekarang ini televisi adalah salah satu alat komunikasi yang sudah biasa.

Pada dasarnya Televisi memiliki banyak manfaat, antara lain: mendapatkan berbagai macam informasi dari berbagai macam sumber, mendapatkan berbagai macam pengetahuan, sarana untuk relaksasi diri, dan bagi anak-anak dengan adanya televisi mereka jadi jarang ke luar.


Begitu banyak acara yang ditawarkan di televisi, termasuk acara yang ditujukan untuk anak-anak. Di satu sisi, anak-anak akan mendapatkan manfaat yang begitu banyak yaitu mendapatkan hiburan. Namun di sisi lain anak-anak juga akan teracuni dengan berbagai macam acara televisi yang seolah-lah tiada hentinya itu.

Bayangkan saja, mulai dari pagi hingga menjelang pagi, televisi menawarkan begitu banyak acara televisi untuk anak-anak. Anak-anak yang sudah kecanduan untuk menonton televisi sama halnya dengan ibu-ibu yang sudah kecanduan facebook. Kebiasaan tersebut akan susah dihilangkan.

Bila anak-anak sudah mulai kecanduan televisi, maka mereka akan mengabaikan tugas-tugas sekolah dan tugas-tugas rumah. Akibatnya anak akan menjadi korban dari kecanggihan zaman. Sehari saja tidak menonton televisi, maka si anak akan merasa tidak nyaman.

Oleh sebab itu di bawah ini ada beberapa cara sehat menonton TV untuk anak-anak, yaitu:

1. Perhatikan jarak mata dengan TV

Cara sehat menonton TV yang pertama adalah menonton dengan jarak tertentu dari layar TV. Disarankan untuk memberi jarak minimal sejauh 6 x diagonal TV. Kalau TV dirumah kita berukuran diagonal 29 inchi maka jarak amannya adalah 6 x 29 inchi = 174 inchi = 4.35 meter.

2. Batasi jam menonton televisi

Cara sehat menonton TV yang kedua adalah dengan membatasi jam menonton televisi misalnya sehari selama 2 jam dan tidak lebih. Tentu saja porsi menonton televisi juga harus disesuaikan dengan umur anak. Semakin dewasa si anak, maka jatah untuk menonton televisi harus semakin dikurangi.

3. Pilihlah acara yang benar-benar sesuai dengan umur mereka

Tak semua acara televisi yang disediakan oleh media televisi bagus untuk ditonton sekalipun acara tersebut ditujukan untuk anak-anak. Nyatanya masih banyak acara yang tidak sesuai untuk anak-anak meskipun berkedok acara anak-anak. Oleh sebab itu cara sehat menonton TV untuk anak-anak adalah dengan memilihkan mereka acara yang memang sesuai dengan usia mereka. Jangan sampai mereka menonton tayangan yang tidak seharusnya ia tonton.

4. Beri pengertian

Anak zaman sekarang adalah tipe anak yang kritis dan suka bertanya, maka dari itu orang tua berkewajiban untuk memberikan mereka pengertian, dalam hal ini adalah pengertian tentang cara sehat menonton TV. Sejak kecil seorang anak harus tahu bahwa kebanyakan menonton TV menyebabkan sesuatu yang tidak baik bagi kesehatan mereka.

5. Beri jadwal

Memberi jadwal kepada anak-anak tentang peraturan menonton televisi. Misalnya, dalam seminggu si anak diizinkan untuk menonton televisi selama berapa jam? Jam berapa saja? Bila perlu dicatat dan ditempel.

6. Berikan reward jika anak mematuhi perjanjian menonton televisi

Cara sehat menonton TV untuk anak-anak adalah dengan memberikan penghargaan kepada anak-anak bahwa bila mereka menaati peraturan tentang berapa lama mereka diizinkan untuk menonton televisi, maka orang tua harus memberikan penghargaan kepada mereka.

Begitu banyak pengaruh televisi terhadap anak, oleh sebab itu diperlukan cara sehat dalam menonton TV agar anak tidak menjadi korban teknologi.

(Sumber : http://polahidupsehat.info)


Daftar ke PayPal dan mulai terima pembayaran kartu kredit secara instan.
Bookmark and Share
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)