Seloka Menutup Aurat

Tutup aurat satu tuntutan,Dalam keluarga wajib tekankan,Kalau tak ikut gunalah rotan,Demi melaksanakan perintah Tuhan. Aurat ditutup mestilah lengkap,Tudung litup termasuk serkap,.

CAR INSURANCE FOR LADY DRIVERS

Car insurance companies prefer lady drivers to their gentlemen counterparts because they are considered as much less risky drivers.It is not that the accident rates of ladies are low. They face as many accidents as males do

AUTO LOAN NEW CAR

Is it time to get a new car? Do you want to purchase a new car to replace your current worn down vehicle? If yes is your answer- then you might want to think about your purchase and getting a loan for your new investment

CAR INSURANCE

America has become a culture of cars-SUV's- minivans and sports coupes. With all this traveling in and out- back and forth around the maze that is the United States infrastructure

NEW CAR LEASING TIPS

If you do have an accident with the outside or the inside of the car - you may have to pay for the cost. You will also only be allowed to put on so many miles in your lease period. This is hard for many people that do drive a lot

Tampilkan postingan dengan label adab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2013

8 fakta apa yang dipikirkan seorang anak terhadap orang tuanya




1. Anak selalu berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya
2. Anak selalu merasa terkekang oleh orang tuanya
3. Anak selalu merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya
4. Anak selalu merasa bahwa dirinya tidak di sayang 
5. Anak selalu memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya
6. Anak selalu membingungkan harta warisan 
7. Anak selalu menganggap remeh sesuatu pekerjaan yang telah diberikan 
8. Anak selalu membentak orang tuanya saat berbicara Dan 

 8 Fakta yang dilakukan oleh orangg tua terhadap anaknya tanpa diketahui oleh mereka

1. Anak tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya 2. Anak tidak mengerti bahwa semua yang di lakukan orang tuanya hanya untuk kebaikan masa depan anak 3. Anak tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anak 
4. Anak tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat 
5. Orang tua tidak pernah memberitahukan mengenai pengorbanannya selama melahirkan anda 
6. Orang tua telah mempersiapkan harta warisan untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan 
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah - susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek.



http://majalahdinding.files.wordpress.com/2010/10/02-orang-tua-kita-kunci-surga-kita.jpg

Kamis, 21 Maret 2013

Cara Menutup Aurat Yang Betul Untuk Wanita Muslim

 
Wanita itu perhiasan dunia. Jaga lah 'alat perhiasan' anda itu supaya tidak dilihat orang lain. Rugi buat para suami yang merelakan kecantikan dan kenaggunan yang dimiliki oleh isterinya dilihat oleh lelaki lain yang semangnya bermata keranjang.
Semoga dengan informasi yang disediakan untuk tatapan kita semua ini, sedikit sebanyak dapat memberi ilmu yang boleh dimanfaatkan untuk dijadikan panduan hidup terutama sekali dalam tatacara menutup aurat dengan betul dan sempurna.
  
Klik Pada Gambar Untuk Paparan Yang Lebih Jelas
 
 
 
 
 
Klik Pada Gambar Untuk Paparan Yang Lebih Jelas





Sumber:alumni-smkb.blogspot.com/2011/12/cara-menutup-aurat-yang-betul-untuk.html

Perempuan Mahal, Perempuan Murah : Filosofi Perintah Menutup Aurat

Maaf kalo ilustrasinya mengambil gambar yang agak vulgar dan mungkin ada yang kurang berkenan (ilustrasi oleh penulisnya-red)....tanpa bermaksud membandingkan personal (silahkan di artikan sendiri), agar mengimajinasikannya lebih enak ja, lebih nyata.... :)
O, iya...ini adalah tulisan Moeflich Hasbullah yang saya ambil dari blogg si penulisnya, silahkan di simak...
Bacanya sampai selesai ya....


Mengapa perempuan Muslim harus menutup auratnya? Wajib sebagaimana diperintahkan agama dan berdosa kalau tidak melaksanakannya? Benar, tapi mari kita kesampingkanlah dululah alasan normatif atau perintah ini. Kita semua mafhum, melaksanakan sesuatu karena dasarnya perintah menunjukkan kesadaran diri yang rendah. Mari kita mendasarkan pada kesadaran diri dan akal sehat saja. Akal sehat (common sense) tidak pernah bertentangan dengan agama. Bila kata akal sehat benar, maka benarlah perintah agama, pantaslah Tuhan memerintahkannya. Bila ada akal sehat bertentangan dengan agama, itu sebenarnya akalnya belum sehat. Akal yang benar-benar sehat pasti akan sejalan dengan agama. Keharusan yang didasari akal sehat dan kesadaran akan lebih kuat menancap dalam hati dibandingkan yang dasarnya karena perintah.
Kita akan lebih kuat melaksanakan sesuatu bila sadar bahwa itu memang keharusan dan untuk kebaikan kita sendiri. Seorang anak akan rajin belajar dengan sendirinya bila menyadari bahwa belajar itu penting untuk menentukan masa depannya sendiri, tanpa harus disuruh-suruh. Kita akan rajin melaksanakan shalat bila kita sadar bahwa shalat itu membawa ketenangan jiwa, mencegah perbuatan keji dan munkar dan akan menentukan selamat tidaknya di akhirat kelak. Seorang perempun Muslim yang sudah menutup aurat dengan benar dan konsisten karena ada kesadaran dalam dirinya. Sementara yang belum juga karena belum adanya kesadaran dalam dirinya. Bila diri belum sadar, walaupun ceramah didengarkan setiap hari, walaupun ayat Al-Qur’an dibacakan ratusan kali, tetap saja seseorang tidak akan tergerak melaksanakan sebuah keharusan. Menutup aurat bagi perempuan sangat penting dalam kehidupan untuk supremasi moral dan penjagaan harga diri perempuan. Menutup aurat sebagaimana diperintahkan agama sesungguhnya adalah persoalan memuliakan perempuan sendiri. Dalam Islam, perempuan itu makhluk yang mulia dan dimuliakan. Dengan menutup aurat, agama bermaksud menjaga harga diri dan kehormatannya.
Ilustrasi
Ilustrasi yang paling tepat untuk mengibaratkan perempuan Muslim adalah perhiasan atau barang mahal. Barang mahal memiliki ciri-ciri: (1) dijual di toko berkelas, (2) disimpan di etalase yang hanya bisa dipandang dibalik kaca, (3) disegel, tidak bisa dibuka dan disentuh isinya, (4) tidak bisa dicoba sebelum dibeli, (5) harganya mahal karena kualitasnya memuaskan, dan (6) bergaransi. Kebalikan dari barang mahal adalah barang murah. Ciri-ciri barang murah: (1) adanya di toko murah, di emperan atau di pasar, (2) tidak disegel, (3) diobral, (4) bebas dipegang-pegang, boleh dicoba berulang kali oleh banyak orang, (5) setelah dicoba boleh tidak jadi dibeli, (6) tidak ada garansi. Islam memperlakukan perempuan persis seperti barang mahal tersebut.
Diibaratkan dua jenis barang tadi, “toko berkelas” adalah keluarganya yang bermartabat yang taat pada agama; “etalase” artinya hanya bisa dipandang saja, “disegel” artinya tidak bisa dibuka dan dipegang-pegang. Disegel adalah prinsip dibalik busana Muslimahnya yang tidak bisa dicoba dulu, disegel adalah menjaga kehormatan, tidak bisa memesrai dan menggaulinya tanpa menikahinya dulu. “Harganya mahal” adalah pembelinya harus laki-laki yang juga mahal yaitu laki-laki terhormat, akhlaknya terjaga dan kepribadiannya luhur. Laki-laki murahan tidak akan sanggup karena tidak akan berani, malu mendapatkannya dan merasa dirinya tidak seimbang. “Bergaransi” adalah orisinial, dijamin masih gadis dan belum disentuh laki-laki lain.
Jelaslah, menutup aurat adalah menjaga diri, mensegel diri, menghormati diri, memuliakan diri. Perempuan yang menutup auratnya dengan benar dan akhlaknya terjaga adalah barang mahal yang tersimpan dalam etalase, terjaga dalam sebuah kotak yang tidak bisa dibuka, tersegel, tidak bisa disentuh dan harganya mahal. Sebaliknya, perempuan yang membuka auratnya (betis, paha, lengan, rambut, leher dan dada, apalagi lebih dari itu) adalah barang obralan yang murah, tidak perlu repot-repot ingin membukanya karena ia sudah terbuka, silahkan bebas menatap-natapnya, memegang dan menyentuh-nyentuhnya (dalam kebebasan pergaulan dan persahabatan) dan “merasakannya” (dalam pacaran). Kalau sudah tidak suka lagi karena sudah “mencobanya,” boleh tidak jadi memilikinya. Jadilah, ia barang bekas. Barang bekas tentu tidak berkualitas, murah, karena sudah “dipakai” orang.
Mengapa perempuan yang seharusnya mahal menjadi murah? Kata Nabi, karena hilangnya rasa malu: “Al-hayu-u minal iman” (malu itu sebagian dari iman). “Iman itu ada tujuh puluh cabang dan malu adalah salah satunya” (HR. Muslim). “Segala sesuatu ada penegurnya (penjaganya), dan penegur hati adalah rasa malu!” Sangat menyedihkan, bila dulu perempuan malu kelihatan auratnya, sekarang malah bangga mempertontonkannya. Maka berbaju ketat menjadi mode, bercelana pendek berarti gaul, dan menonjolkan payudara adalah kebanggaan. Rasa malu hilang dari perasaan perempuan. Bila perempuan sudah kehilangan rasa malu, berati kehancuran negara, masyarakat dan keluarga. Maka, perempuan membuka auratnya dalam kehidupan sosial adalah salah satu sumber kerusakan moral seksual masyarakat, termasuk dalam masyarakat Muslim. Dan iblis pun pernah berkata: “Perempuan adalah alat senjataku yang paling ampuh untuk menyesatkan anak adam. Ia seperti anak panah. Sekali kulepaskan dari busurnya, jarang meleset!”
Sehubungan dengan ilustrasi barang mahal tadi, ada beberapa pertanyaan:
(1) Bagaimana dengan perempuan yang berkerudung menutup auratnya tapi tidak menjaga akhlaknya, bebas pacaran, bermesraan dan banyak disentuh-sentuh apalagi sudah tidak perawan? Ia adalah “barang mahal” yang palsu, aslinya murah bungkusnya pun murah, hanya simbol sehingga gampang dibuka dan dicoba. Ia barang tipuan yang tanpa sadar sedang menipu dirinya sendiri.
(2) Bagaimana dengan perempuan yang merasa tidak perlu menutup aurat yang penting bisa menjaga diri sehingga tetap menganggap dirinya perempuan terhormat? Kalau benar-benar bisa menjaga diri, ia adalah barang mahal yang diobral. Barang bagus yang diobral tetap saja lebih murah dan lebih rendah nilainya dari barang mahal yang tidak diobral.
(3) Bagaimana dengan perempuan yang mengatakan: “Ah, yang berkerudung juga banyak yang kelakuannya parah, mendingan begini, gak berkerudung tapi punya prinsip”? Itu artinya menutupi keengganannya dengan kesalahan. Yang berkerudung tapi kelakuannya nakal jadi referensi. Lain kata, ia lari dari satu kesalahan dan bersembunyi dalam kesalahan yang lain.
(4) Bagaimana dengan perempuan (juga laki-laki) yang berusaha mengutak-ngatik pengertian “aurat” dengan logikanya kemudian berkesimpulan menutup aurat itu tidak perlu? Ia adalah orang yang memaksa-maksakan dan memperkosa dirinya agar harganya murah.
(5) Bagaimana dengan cendekiawan, ulama bahkan ahli tafsir yang mengatakan bahwa menutup rambut dan leher itu tidak perlu? Rambut dan leher bukanlah bagian dari aurat. Pengertian “sebenarnya” tentang aurat bukan seluruh tubuh perempuan. Pengertian aurat bukanlah yang secara konvensional difahami. Ia sedang melegitimasi penolakannya pada perintah Tuhan dan tuntunan Nabi dengan ilmu, pikiran dan pengetahuan agamanya sendiri. Ulama yang berpendapat seperti itu, biasanya anak-anak perempuannya memang tidak berkerudung. Sejarah, kitab tafsir dan bahasa Arab ia bongkar agar kondisi keluarganya menjadi legitimated. Ini paling ironis dan paling berat pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Ingat, ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang tidak menumbuhkan kesadaran ketaatan pada agama malah menjadi penolakan pada perintah Tuhan sendiri.
Perintah agama begitu masuk akal, rasional dan sangat jelas untuk memuliakan kaum perempuan. Dalam agama, menghadapi perintah Tuhan hanya satu: “Sami’na wa atha’na!” (Kami dengar dan kami taat!). Ilustrasi-ilustrasi di atas hanya untuk menguatkan bahwa perintah agama sebenarnya berlandaskan akal sehat dan untuk kepentingan manusia sendiri. Tapi, hawa nafsu, salah gaul, pengaruh lingkungan yang buruk, pemikiran sekuler, lemahnya pendidikan agama, korban tren dan mode, yang semuanya mempengaruhi seseorang tanpa sadar, membuat akal sehat tidak berjalan, tidak berfungsi dalam diri. Tampil seksi menjadi kebanggaan, padahal, tanpa sadar, itu sedang merendahkan diri sendiri sebagai perempuan yang seharusnya mahal dan terhormat. Tuhan menciptakan keindahan perempuan dengan segala keagungan-Nya, perempuan merendahkan dirinya sendiri dengan nafsu dan kehinaannya.
Penutup
Apakah ingin menjadi barang mahal atau barang murah, tentu saja, berpulang pada diri masing-masing. Mau mahalan atau murahan silahkan memilihnya sendiri. Mau mulia atau hina bebas-bebas saja, mau sadar atau tidak kitalah yang menentukan, mau selamat atau celaka kelak di akhirat kitalah yang menanggungnya. Mengapa manusia banyak yang merasa nyaman dalam kesalahan dan ketaksadaran? Karena Tuhan tidak langsung menghukum setiap dosa dan pelanggaran. Dia memberikan waktu kepada kita selama masih hidup untuk berfikir dan berubah. Itulah kasih sayang-Nya yang tiada tara pada hamba-Nya sebelum celaka di akhirat kelak. Masihkan kita akan menyia-nyiakan kesempatan hidup ini yang hanya satu kali? Sementara kematian bisa datang kapan saja!! Wallahu ‘alam!!


Sumber:fitribundanenaura.blogspot.com/2012/06/perempuan-mahal-perempuan-murah.html

Minggu, 12 Agustus 2012

AZAB BUAT WANITA YANG...........

Andai Semua Wanita Tau,,,,,????


AZAB BUAT WANITA YANG...........

Renungan khususnya untuk para kaum hawa.....

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.

Beliau menjawab,

"Pada malam aku diisra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya."

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

"Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

"Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

"Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

"Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

"Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi s.a.w.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

Rasulullah S.A.W menjawab,

"Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.


*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa solat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."

Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.

Pesanan buat akhawat2 yang disayangi(serta untuk diri ini juga):

Allah s. w. t. berfirman yang bermaksud: "Dan katakan kepada perempuan-perempuan yang beriman, supaya mereka menahan sebahagian penglihatan, memelihara kehormatannya dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya) selain dari yang nyata (mesti terbuka terdiri dari bahagian badannya yang sangat perlu dalam pekerjaan sehari-hari, seperti mukanya dan tapak tangan). Dan hendaklah mereka sampaikan kudungnya ke leher (tutup kepalanya sampai ke leher dan dadanya), dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya), kecuali kepada suaminya, bapanya, bapa suaminya, anak-anaknya, anak-anak suaminya, saudara-saudaranya, anak-anak saudara lelaki, anak-anak saudara perempuannya, sesama perempuan Islam, hamba sahaya kepunyaannya, laki-laki yang menjalankan kewajubannya tetapi tidak mempunyai keinginan
(terhadap perempuan - umpanya pelayan-pelayan lelaki yang sudah tua dan tiada lagi mempunyai keinginan kepada perempuan) dan kanak-kanak yang belum mempunyai pengertian kepada aurat perempuan. Dan janganlah mereka pukulkan kakinya, supaya diketahui orang perhiasannya yang tersembunyi (misalannya melangkah dengan cara yang menyebabkan betisnya terbuka atau perhiasan seperti gelang/rantai kakinya nampak). Dan taubatlah kamu semuanya kepada Allah s. w. t, Hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.(surah An-Nur ayat 31)

Allah s. w. t. berfirman yang bermaksud:

"Belum sampaikah lagi masanya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyuk (taat) hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran (suruhan dan larangan) Allah serta (taat) mematuhi kebenaran (Al-Quran) yang diturunkan (kepada mereka)? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang lalai, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut (jauh dari zaman nabi mereka) maka hati mereka menjadi keras
(dari mengikuti perintah/ajaran nabi mereka) dan banyak di antaranya orang-orang fasik. (surah Al-Hadid ayat 16)

Bila ayat menutup aurat turun sahaja semua wanita ketika itu tidak kira dari golongan Ansar mahupun Muhajirin dengan segera menutup aurat masing-masing. Yang ada di pasar, yang ada di rumah, yang sedang dalam perjalanan capai apa sahaja untuk menutup aurat masing-masing dengan SEGERA dan bukannya NANTI DULU. Yang tidak mendapat apa-apa mereka segera memalingkan muka menghadap dinding supaya tiada lelaki terpandang wajah mereka. Itulah kekuatan iman yang ada pada wanita-wanita ketika itu. Tetapi kini segala- galanya telah berubah makin jauh kita dari zaman Rasulullah s. a. w. makin kita jauh dari amalan agama. Dalam ayat yang sama juga Allah s. w. t. menegur kita supaya tidak menjadi seperti ahli kitab sebelum kita (Yahudi dan Nasrani) di mana semakin mereka jauh dari zaman nabi mereka maka semakin kurang mengamalkan agama. Itulah keadaan kita ketika ini. Saudari-saudari seagama dengan kita bukan tidak tahu kewajiban menutup aurat, tetapi oleh kerana kelemahan iman serta sikap acuh tak acuh membuatkan mereka lalai. Perkataan yang biasa kita dengar dari saudari-saudari kita ialah "belum sampai seruan". Seruan apa yang ditunggunya atau seruan dari siapa yang sedang mereka tunggu? Bukankah Allah s. w. t. telah seru untuk menutup aurat sejak 14 abad dahulu lagi. Tetapi kenapa masih tak tutup-tutup lagi?

Lihat lagi ayat di atas Allah s. w. t. berfirman "Katakan kepada orang-orang perempuan yang beriman" Allah s. w. t. dengan khusus gunakan perkataan "beriman" dan bukannya "wahai manusia" kerana segala perintah hanya boleh didukung oleh orang-orang yang beriman sahaja.

Dalam ayat kedua pun sama yang ditujukan ayat-ayat ini adalah kepada orang-orang yang beriman. Kita kata kami beriman dengan Allah s. w. t, Rasul-rasulNya dan, Kitab-kitabNya tetapi apa yang kita ucapkan dan buat adalah sungguh bertentangan. Allah s. w. t. telah menggariskan peraturan dan rasul telah mengajarkannya dan peraturan itu telah termaktub di dalam kalamNya.

Tetapi kenapa masih leka? Kita bimbang kalau-kalau kita dibungkus dengan kain putih sebelum kita sempat menutup aurat.

Maka wahai saudari-saudari seagamaku (YANG BERIMAN), sebelum terlewat rebutlah peluang yang ada jangan tunggu esok amalkan sekarang juga. Bimbang "Esok tiada bagi mu". SENTIASALAH MENGINGATI MATI.Gembirakanlah Allah s. w. t. dan rasulNya dengan mengikut perintah mereka supaya dikala kamu dirundung malang Allah s. w. t. dan rasulNya dapat menggembirakan kamu.

BIAR KAMU TIDAK CANTIK DI MATA PENDUDUK BUMI TETAPI NAMAMU MENJADI PERBUALAN PENDUDUK LANGIT.
Foto: Andai Semua Wanita Tau,,,,,???? AZAB BUAT WANITA YANG........... Renungan khususnya untuk para kaum hawa..... Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis. Beliau menjawab, "Pada malam aku diisra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya." Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. "Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking. "Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. "Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. "Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi s.a.w. Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu? Rasulullah S.A.W menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. *Perempuan yang digantung susunya adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya. *Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas. *Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain. *Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya. *Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa solat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub. *Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami." Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Pesanan buat akhawat2 yang disayangi(serta untuk diri ini juga): Allah s. w. t. berfirman yang bermaksud: "Dan katakan kepada perempuan-perempuan yang beriman, supaya mereka menahan sebahagian penglihatan, memelihara kehormatannya dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya) selain dari yang nyata (mesti terbuka terdiri dari bahagian badannya yang sangat perlu dalam pekerjaan sehari-hari, seperti mukanya dan tapak tangan). Dan hendaklah mereka sampaikan kudungnya ke leher (tutup kepalanya sampai ke leher dan dadanya), dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya), kecuali kepada suaminya, bapanya, bapa suaminya, anak-anaknya, anak-anak suaminya, saudara-saudaranya, anak-anak saudara lelaki, anak-anak saudara perempuannya, sesama perempuan Islam, hamba sahaya kepunyaannya, laki-laki yang menjalankan kewajubannya tetapi tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan - umpanya pelayan-pelayan lelaki yang sudah tua dan tiada lagi mempunyai keinginan kepada perempuan) dan kanak-kanak yang belum mempunyai pengertian kepada aurat perempuan. Dan janganlah mereka pukulkan kakinya, supaya diketahui orang perhiasannya yang tersembunyi (misalannya melangkah dengan cara yang menyebabkan betisnya terbuka atau perhiasan seperti gelang/rantai kakinya nampak). Dan taubatlah kamu semuanya kepada Allah s. w. t, Hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.(surah An-Nur ayat 31) Allah s. w. t. berfirman yang bermaksud: "Belum sampaikah lagi masanya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyuk (taat) hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran (suruhan dan larangan) Allah serta (taat) mematuhi kebenaran (Al-Quran) yang diturunkan (kepada mereka)? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang lalai, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut (jauh dari zaman nabi mereka) maka hati mereka menjadi keras (dari mengikuti perintah/ajaran nabi mereka) dan banyak di antaranya orang-orang fasik. (surah Al-Hadid ayat 16) Bila ayat menutup aurat turun sahaja semua wanita ketika itu tidak kira dari golongan Ansar mahupun Muhajirin dengan segera menutup aurat masing-masing. Yang ada di pasar, yang ada di rumah, yang sedang dalam perjalanan capai apa sahaja untuk menutup aurat masing-masing dengan SEGERA dan bukannya NANTI DULU. Yang tidak mendapat apa-apa mereka segera memalingkan muka menghadap dinding supaya tiada lelaki terpandang wajah mereka. Itulah kekuatan iman yang ada pada wanita-wanita ketika itu. Tetapi kini segala- galanya telah berubah makin jauh kita dari zaman Rasulullah s. a. w. makin kita jauh dari amalan agama. Dalam ayat yang sama juga Allah s. w. t. menegur kita supaya tidak menjadi seperti ahli kitab sebelum kita (Yahudi dan Nasrani) di mana semakin mereka jauh dari zaman nabi mereka maka semakin kurang mengamalkan agama. Itulah keadaan kita ketika ini. Saudari-saudari seagama dengan kita bukan tidak tahu kewajiban menutup aurat, tetapi oleh kerana kelemahan iman serta sikap acuh tak acuh membuatkan mereka lalai. Perkataan yang biasa kita dengar dari saudari-saudari kita ialah "belum sampai seruan". Seruan apa yang ditunggunya atau seruan dari siapa yang sedang mereka tunggu? Bukankah Allah s. w. t. telah seru untuk menutup aurat sejak 14 abad dahulu lagi. Tetapi kenapa masih tak tutup-tutup lagi? Lihat lagi ayat di atas Allah s. w. t. berfirman "Katakan kepada orang-orang perempuan yang beriman" Allah s. w. t. dengan khusus gunakan perkataan "beriman" dan bukannya "wahai manusia" kerana segala perintah hanya boleh didukung oleh orang-orang yang beriman sahaja. Dalam ayat kedua pun sama yang ditujukan ayat-ayat ini adalah kepada orang-orang yang beriman. Kita kata kami beriman dengan Allah s. w. t, Rasul-rasulNya dan, Kitab-kitabNya tetapi apa yang kita ucapkan dan buat adalah sungguh bertentangan. Allah s. w. t. telah menggariskan peraturan dan rasul telah mengajarkannya dan peraturan itu telah termaktub di dalam kalamNya. Tetapi kenapa masih leka? Kita bimbang kalau-kalau kita dibungkus dengan kain putih sebelum kita sempat menutup aurat. Maka wahai saudari-saudari seagamaku (YANG BERIMAN), sebelum terlewat rebutlah peluang yang ada jangan tunggu esok amalkan sekarang juga. Bimbang "Esok tiada bagi mu". SENTIASALAH MENGINGATI MATI.Gembirakanlah Allah s. w. t. dan rasulNya dengan mengikut perintah mereka supaya dikala kamu dirundung malang Allah s. w. t. dan rasulNya dapat menggembirakan kamu. BIAR KAMU TIDAK CANTIK DI MATA PENDUDUK BUMI TETAPI NAMAMU MENJADI PERBUALAN PENDUDUK LANGIT.


Foto: Andai Semua Wanita Tau,,,,,????   AZAB BUAT WANITA YANG...........  Renungan khususnya untuk para kaum hawa.....  Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.  Beliau menjawab,  "Pada malam aku diisra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya."  Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.  "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.  "Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.  "Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.  "Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.  "Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi s.a.w.  Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?  Rasulullah S.A.W menjawab,  "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.  *Perempuan yang digantung susunya adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.   *Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.  *Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.  *Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.  *Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa solat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.  *Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."  Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.  Pesanan buat akhawat2 yang disayangi(serta untuk diri ini juga):  Allah s. w. t. berfirman yang bermaksud: "Dan katakan kepada perempuan-perempuan yang beriman, supaya mereka menahan sebahagian penglihatan, memelihara kehormatannya dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya) selain dari yang nyata (mesti terbuka terdiri dari bahagian badannya yang sangat perlu dalam pekerjaan sehari-hari, seperti mukanya dan tapak tangan). Dan hendaklah mereka sampaikan kudungnya ke leher (tutup kepalanya sampai ke leher dan dadanya), dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya), kecuali kepada suaminya, bapanya, bapa suaminya, anak-anaknya, anak-anak suaminya, saudara-saudaranya, anak-anak saudara lelaki, anak-anak saudara perempuannya, sesama perempuan Islam, hamba sahaya kepunyaannya, laki-laki yang menjalankan kewajubannya tetapi tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan - umpanya pelayan-pelayan lelaki yang sudah tua dan tiada lagi mempunyai keinginan kepada perempuan) dan kanak-kanak yang belum mempunyai pengertian kepada aurat perempuan. Dan janganlah mereka pukulkan kakinya, supaya diketahui orang perhiasannya yang tersembunyi (misalannya melangkah dengan cara yang menyebabkan betisnya terbuka atau perhiasan seperti gelang/rantai kakinya nampak). Dan taubatlah kamu semuanya kepada Allah s. w. t, Hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.(surah An-Nur ayat 31)  Allah s. w. t. berfirman yang bermaksud:  "Belum sampaikah lagi masanya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyuk (taat) hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran (suruhan dan larangan) Allah serta (taat) mematuhi kebenaran (Al-Quran) yang diturunkan (kepada mereka)? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang lalai, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut (jauh dari zaman nabi mereka) maka hati mereka menjadi keras (dari mengikuti perintah/ajaran nabi mereka) dan banyak di antaranya orang-orang fasik. (surah Al-Hadid ayat 16)  Bila ayat menutup aurat turun sahaja semua wanita ketika itu tidak kira dari golongan Ansar mahupun Muhajirin dengan segera menutup aurat masing-masing. Yang ada di pasar, yang ada di rumah, yang sedang dalam perjalanan capai apa sahaja untuk menutup aurat masing-masing dengan SEGERA dan bukannya NANTI DULU. Yang tidak mendapat apa-apa mereka segera memalingkan muka menghadap dinding supaya tiada lelaki terpandang wajah mereka. Itulah kekuatan iman yang ada pada wanita-wanita ketika itu. Tetapi kini segala- galanya telah berubah makin jauh kita dari zaman Rasulullah s. a. w. makin kita jauh dari amalan agama. Dalam ayat yang sama juga Allah s. w. t. menegur kita supaya tidak menjadi seperti ahli kitab sebelum kita (Yahudi dan Nasrani) di mana semakin mereka jauh dari zaman nabi mereka maka semakin kurang mengamalkan agama. Itulah keadaan kita ketika ini. Saudari-saudari seagama dengan kita bukan tidak tahu kewajiban menutup aurat, tetapi oleh kerana kelemahan iman serta sikap acuh tak acuh membuatkan mereka lalai. Perkataan yang biasa kita dengar dari saudari-saudari kita ialah "belum sampai seruan". Seruan apa yang ditunggunya atau seruan dari siapa yang sedang mereka tunggu? Bukankah Allah s. w. t. telah seru untuk menutup aurat sejak 14 abad dahulu lagi. Tetapi kenapa masih tak tutup-tutup lagi?  Lihat lagi ayat di atas Allah s. w. t. berfirman "Katakan kepada orang-orang perempuan yang beriman" Allah s. w. t. dengan khusus gunakan perkataan "beriman" dan bukannya "wahai manusia" kerana segala perintah hanya boleh didukung oleh orang-orang yang beriman sahaja.  Dalam ayat kedua pun sama yang ditujukan ayat-ayat ini adalah kepada orang-orang yang beriman. Kita kata kami beriman dengan Allah s. w. t, Rasul-rasulNya dan, Kitab-kitabNya tetapi apa yang kita ucapkan dan buat adalah sungguh bertentangan. Allah s. w. t. telah menggariskan peraturan dan rasul telah mengajarkannya dan peraturan itu telah termaktub di dalam kalamNya.  Tetapi kenapa masih leka? Kita bimbang kalau-kalau kita dibungkus dengan kain putih sebelum kita sempat menutup aurat.  Maka wahai saudari-saudari seagamaku (YANG BERIMAN), sebelum terlewat rebutlah peluang yang ada jangan tunggu esok amalkan sekarang juga. Bimbang "Esok tiada bagi mu". SENTIASALAH MENGINGATI MATI.Gembirakanlah Allah s. w. t. dan rasulNya dengan mengikut perintah mereka supaya dikala kamu dirundung malang Allah s. w. t. dan rasulNya dapat menggembirakan kamu.  BIAR KAMU TIDAK CANTIK DI MATA PENDUDUK BUMI TETAPI NAMAMU MENJADI PERBUALAN PENDUDUK LANGIT.

Sifat dan Kelakuan Perempuan Yang Beruntung

Menyatakan segala sifat dan kelakuan perempuan yang beruntung mendapat keredho’an Alloh Subhanahu Wata’ala, maka sesungguhnya tiada ada suatu keuntungan pada manusia yang seperti mendapat keredhoan Alloh kepadanya. Inilah nikmat yang paling besar dan hal yang paling mulya, maka inilah pangkat derajat yang paling tinggi.

Adapun sifat kelakuan perempuan paling beruntung dengan kemuliaan itu ialah ;

  1. Perempuan yang senang duduk di rumah dan tiada suka pergi melangcong kesana-sini hanya jikalau ada perlu, maka beginilah sifatnya dan kelakuan anak-istri para ulama dan para sholihin.

Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Aqrobu maa takunul mar-atu min robbiha iza kanat fii qo’ri baytiha”.

Artinya :

Yang paling dekat seorang perempuan kepada keredho’an Tuhannya ialah apabila ia berada didalam rumahnya.

Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Wainna sholataha fii shohni dariha afdholu min sholatiha fil masjidi washolatuha fii baitiha afdholu minsholatiha fii shohni dariha washolatuha fii mahdi’iha afdholu min sholatin fii baytiha”.

Artinya :

Sesungguhnya hanya sholat perempuan di latar rumahnya lebih afdhol dari sholatnya di masjid, dan sholatnya di dalam rumahnya lebih afdhol dari sholat di latar (halaman) rumahnya, dan sholat di kamar rumahnya lebih afdhol daripada sholat di dalam rumahnya.

Sebagai lagi telah bertanya Rosullulloh Sallollohu ’Alaihi Wasallam kepada anaknya Siti Fatimah Rodiallohu ’Anha, ”Betapakah hal yang baik pada perempuan ya Fatimah ?”, maka jawab Siti Fatimah ”Bahwa hal yang baik pada seorang perempuan yaitu yang ia tiada melihat pada lelaki lain, dan orang lelaki itu tiada dapat melihat kepadanya”,

maka Rosullulloh Sallollohu ’Alaihi Wasallam sangat bersuka cita hati mendengar perkataan ananda Siti Fatimah, ia lalu mencium kepalanya serta berkata :”Zurriyata ba’dhuha min ba’dhin”

Artinya :Inilah turunan yang mulia dari asal yang mulia.

  1. Sifat kebajikan bagi seorang perempuan yang mendapat keredho’an Tuhan ‘Azza Wajalla yaitu perempuan yang tiada suka banyak permintaan dari perhiasan dunia, daripada pakaian, dan perabot rumah tangga yang berlebih-lebihan, maka sebagaimana yang ada padanya ia bersyukur kepada Alloh Subhanahu Wata’ala, sebab bahwasanya kebesaran dunia dan perhiasannya itu telah dibenci oleh Alloh Subhanahu Wata’ala halalnya, apalagi haramnya.

Sabda Nabi Sallollohu ’Alaihi Wasallam :

Hakkudunia ada qodarnya pada Alloh Ta’ala sekalipun sekedar sayap nyamuk besarnya, niscaya tiada dikasih orang kafir akan minum seceguk airnya,dari karena dunia ini tiada qodarnya pada Alloh Ta’ala maka dijadikannya dunia sebagai surga bagi orang2 kafir.

Adapun bagi orang mu’min kesenangan yang sempurna dan kerajaan besar maka yaitu Insya Alloh Ta’ala di dalam syurganya dengan segala nikmatnya yang kekal selama-lamanya

Adapun yang sesungguhnya dunia ini adalah tempat beramal sholeh, maka bukan untuk tempat bersenang-senang, maka dari itu Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam suka meninggalkan keenakan dunia ini, demikian pula anak-istrinya dan sahabatnya, masing-masing suka memadai barang yang amat sedikit dari hal makanan atau hal pakaian atau perabot rumah tangganya.

Sabda Nabi Sallollohu ‘Alaihi Wasallam :

“Maa syabi’a aa-lu muhammadin min hubzisy-sya’iri salasata ayyamin”

Artinya :

Pernah tiada merasa kenyang keluarga Nabi Muhammad Sallollohu ‘Alaihi Wasallam dari roti gandum selama tiga hari berturut-turut.

Setengah riwayat mengatakan bahwa terkadang dua-tiga hari tiada kelihatannya Asfi, orang yang memasak di rumah Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam, melainkan makan seadanya saja yang ada di rumah seperti kurma dan air.

Begitulah kelakuan Rosullulloh Sallollohu ’Alaihi Wasallam yang senantiasa, jika ia masuk kerumahnya kalau ada suatu makanan lalu dimakan, dan kalau tiada, ia tiada minta dari istrinya, lalu terus puasa di hari itu juga.

Kata Siti Aisyah Rodiallohu ‘Anha (Istri Nabi) :

“Kanat dhoja’u Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam, Allazi yanamu ’alaihi wisadatun min adamin hasy-wuha lifan”

Artinya :

Adalah di tempat tidur Rosululloh Sallollohu ’Alaihi Wasallam suatu bantal dibuat dari kulit yang isinya daripada sambuk korma.

Sebagai lagi ada pada suatu hari Rosullulloh Sallollohu ’Alaihi Wasallam datang ke rumah Siti Fatimah, didapati ia lagi menggiling gandum dengan memakai baju yang dibuat dari bulu onta, hati Rosullulloh Sallollohu ‘Alaihi Wasallam menjadi sedih melihat kemiskinan Siti Fatimah itu, serta berkata : Hai anakku Fatimah, sabarlah engkau atas merasai sedikit pahit kehidupan dunia, karena sesungguhnya mendapat keenakan yang banyak adalah di akhirat yang kekal selama-lamanya,

maka di waktu itu turunlah Firman Alloh Ta’ala sbb :

“Walasaufa yu’thika robbuka fatardhoo”.

Artinya :

Bahwa sesungguhnya nanti akan diberikan kepadamu ya Muhammad oleh Tuhanmu segala kemuliaan di akhirat, niscaya engkau akan redho’ dan suka hati engkau dan anak buah engkau.

Sebagai lagi dimisalkan orang yang beriman pada hari kemudian dan ia sabar atas kemiskinan dunia serta beramal sholeh dengan mengharap supaya dapat keredho’an Tuhan, dapat kesenangan syurga dan segala nikmatnya, maka adalah ia seperti seorang perempuan yang lagi bikin kue dan membersihkan perabot rumah tangga karena menghadapi hari lebaran, maka engkau dapat lihat sebelum lebaran itu bagaimana ia cape’nya dengan memakai baju terburu-buru tiada meriaskan badan dan bajunya karena arang atau abu dapur.

Semua itu dengan sabar dilakukan karena sedikit hari lagi ia akan dapat merasakan kesenangan dihari raya lebaran dengan pakaian bagus dan makanan yang lezat.

Maka inilah misalnya orang yang beriman didalam sabarnya atas kemiskinan dunia, karena mengharap keredho’an Alloh Ta’ala dan kenikmatan syurga.

Translit Kitab “PERHIASAN BAGUS”

Karya : Syekh Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Alwi.

فرهياسن باڮوس

أونتق أنق فرمفوان


Kamis, 08 Desember 2011

adab berpakaian menurut ajaran agama islam


Adab
berpakaian adalah sebagai berikut :

1. Pakaian harus menutupi aurat.
2. Pakaian harus bersih dan rapi
3. Untuk laki-laki, agar memakai pakaian yang panjang sampai menutupi aurat
4. Sedangkan wanita, harus menggunakan pakaian yang menutupi anggota tubuhnya keculai wajah dan kedua telapak tangan
5. Para lelaki muslim, haram hukumnya menggunakan sutra dan emas. oleh karena itu, dilarang bagi lelaki muslim untuk menggunakan barang-barang diatas.sebagaimana sabda Rasulullah ber¬sabda:
Sesungguhnya dua benda ini (emas dan sutera) haram atas lelaki
ummatku. (H.R.Abu Daud)
6. Dalam islam tidak diperkenankan lelaki memakai pakaian wanita dan sebaliknya. karena hal ini dapat menyebabkan "tassabuh"
7. Dalam ajaran islam, hukumnya sunat memakai pakaian dengan diawali bagian kanan
8. Tidak diperkenankan memakai pakaian yang mewah
9. Lebih mengutamakan pakaian yang berwarna putih
10. Hendaklah berpakaian yang rapi dan sopan

Selasa, 22 November 2011

Malu Sebagai Seorang Muslimah

Malu ialah sifat yang menghiasi seluruh akhlak dengan sinar dan cahaya. Bagi lelaki, malu adalah sifat terpuji. Sedangkan bagi perempuan, malu adalah fitrah dan watak aslinya. Oleh karena itu, tidak masuk akal jika sampai ada seorang perempuan (apalagi muslimah) yang tidak memiliki rasa malu, kecuali jika ia ingin menjadi sumber kebencian dan kejengkelan orang.

Abu Qasim Al-Junaid menuturkan, “Malu adalah menyadari kesenangan-kesenangan (kenikmatan-kenikmatan) dan melihat kelalaian (kekurangan) yang pada akhirnya melahirkan sebuah keadaan yang disebut malu kepada Yang Memberi Nikmat.” Dan malu yang alami adalah perasaan malu seorang anak kecil jika ada yang melihatnya telanjang, memerahnya wajah orang yang bermoral saat mendengar perkataan jorok.

Malu karena iman adalah ekspresi malu sebagaimana yang didefinisikan oleh Al-Junaid di atas, yaitu suatu rasa yang membuat seorang mukmin urung melakukan maksiat karena perasaan serbasalah jika sampai dilihat oleh Allah Swt. Malu pada diri disebut juga dengan nurani dan inilah yang harusnya ada pada setiap diri muslimah. Inilah yang menjadi rahasia sejati kecantikan muslimah sebenarnya. Inilah yang seharusnya menjadi patokan nilai para juri Muslimah Beauty 2011.

Muslimah Beauty 2011

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, tuturnya, Rasulullah saw. bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh tigaan cabang, yang paling utama adalah ucapan La ilaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan, sedangkan malu adalah sebagian dari iman.”

Bangunan akhlak hanya bisa berdiri kokoh di atas pondasi iman yang telah mengeras dalam jiwa, memnuhi hati, dan menguasai rasa. Rasa malu adalah penghias dan ikon bangunan tersebut yang selalu disandingkan dengannya. Jika tidak ada rasa malu maka tidak ada pula iman dan akhlak. Malu disebut sebagai bagian dari iman karena keduanya sama-sama menganjurkan kebaikan dan menghindarkan keburukan.

Kebalikan dari malu adalah cabul. Cabul adalah kejorokan dan berangasan dalam berbicara atau berbuat. Muslimah tidak mungkin berbuat keji, berkata jorok, kasar, ataupun berangasan karena semua ini adalah sifat-sifat ahli neraka. Sementara itu, seorang muslimah adalah ahli surga, insya Allah, sehingga ia pun tidak akan bersifat cabul dan berangasan.

Salman Al-Farisi memahami dan memaknai rasa malu dengan ungkapan, “Sesungguhnya jika Allah Swt. ingin membinasakan seorang hamba maka akan dihilangkan-Nyalah rasa malu darinya. Jika telah dicabut rasa malu, dirinya akan terlihat memuakkan dan dibenci sehingga tercabutlah sifat amanah, lalu dirinya akan terlihat sebagai pengkhianat dan dicabutlah rahmat darinya, lalu dirinya menjadi orang terkutuk lagi terlaknat sehinggat dicabutlah simpul Islam darinya.”

Malu adalah akhlak terpuji yang disukai karena Rasulullah saw. sendiri adalah orang yang jauh lebih pemalu daripada gadis pingitan. Jika beliau membenci sesuatu maka akan terlihatlah dari ekspresi wajahnya (HR. Imam Muslim). Itulah hati lembut nan bening yang terpancar pada wajah untuk menjadi indikator bagi manusia sehingga hanya dari perubahan mimik Rasulullah saw., mereka bisa mengetahui apa yang buruk dan apa yang baik dari perbuatan mereka.

Rasa malu bukanlah penghalang bagi wanita untuk menyuarakan kebenaran, mencari pengetahuan, atau untuk beramar makruf nahi munkar. Rasa malu bahkan tidak menghalangi Ummu Sulaim Al-Ansari untuk belajar agama. Rasa malu adalah mahkota kewibawaan yang membuat orang-orang di sekeliling seorang muslimah menundukkan pandangan, menghormati, menjaga omongannya dengan penuh kesantunan dan kesopanan, serta memperbagus perilakunya dengan penuh khidmat dan penghormatan.

Bagi seorang muslimah, rasa malu itu terealisasi pada empat hal, yaitu gerakan, pandangan, omongan, dan pakaian. Keempat hal inilah yang akan menjaga diri seorang muslimah dari sifat-sifat tercela orang lain yang ada di sekelilingnya. Satu pertanyaan yang patut direnungkan bagi semua muslimah adalah, “Apakah perempuan yang bergerak, memandang, dan berbicara dengan liar itu memiliki sedikit rasa malu? Apakah perempuan yang berpakaian terbuka memiliki rasa malu?”

Semoga kita semua, khususnya para muslimah, masih memiliki rasa malu. Malu bahwa dirinya selalu dipantau oleh Allah Swt. sehingga menjauhi segala maksiat. Rasa malu itulah yang menjadi ciri khas kecantikan muslimah yang sebenarnya.[]


Selasa, 01 November 2011

ADAB DAN KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURAN

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ADAB MEMBACA AL-QURAN:

Allah SWT,mengungkapkan dalam Al-Qur’an tentang berbagai nasehat dan perumpamaan,adab,keutamaan dan hukum serta kabar-kabar yang diputuskan oleh manusia tentang orang-orang terdahulu dan kemudian.Di samping itu ,Allah SWT,menyuruh kita memperhatikan dan menjalankan adab-adabnya,Seruhan itu dimaksudkan agar dapat memenuhi hak Al-Quran sebagai kitab suci umat islam yang harus dihormati dan di jungjung tinggi.

Sudah sepatutnya pembaca Al-Quran memelihara etika atau adab disaat membaca Al-Qur’an diantaranya sebagai berikut:

1.Membacanya penuh dengan kekhusu’an dan perenungkan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an sedang munajat kepada tuhanya.hal itu berdasarkan firman Allah SWT:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an”.(Q.S al-Nisa’ :82)

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu(Muhammad)yang penuh berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya …. “(Q.S .Shad :29)

2.Mambacanya dalam keadaan berwudh,tempatnya bersih,dan menghadap kiblat.Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW:

‘Sebaik-baik majelis adalah yang menghadap kiblat.”

3.membersihkan mulutnya dengan mencungkil sisa-sisa makanan disela gigi-giginya lalu bersiwak dengan bagian ujungnya,dimulai dari sebelah kanan mulut dangan niat mengikuti sunnah,dan ketika bersiwak disunah kan mambaca:

Ýa Allah,berkahi aku dalam bersiwak ini,wahai yang Maha Penyayang diantara para penyayang”(al-Tibyan Fi Adab Hamalat al-quran,hal.57)

4.Mambacanya dalam keadaan rendah diri dan berperagai yang lemah-lembut.Imam al-Ghazali dalam ihya Ulumuddin,mengatakan:

“Dan sepatutnya bagi pemangku al_Qur’an bahwa dia bersikap lemah-lembut,tidak sepatutnya bersikap kasar,berdebat,teriak,menjerit,dan judes.”

5.Pembaca al-Qur’an maupun pendengarnya menyedihkan hatinya dan menangis.hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw:

“Sesungguhnya al_quran itu diturunkan dengan kesedihan ,apabila kalian membacanya maka bersedih hatilah kalian”.

Dan sabda Nabi saw:

“Bacalah olehmu akan Al-Qur’an dan menangislah,maka jika tidak dapat menangis matamu,maka menagislah hatimu.”(H.R. Ibnu Majah).

6.Jika ingin memulai membacanya,haendaklah di awali dengan membaca isti’adzah(Ta’awud) yaitu;

ﹶﺃ ُﻮ ﹸ ﺑﹺﺎﷲ ﻣﻦ ﺍﻟﺸْﻴﻄﹶﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟْﻴﻢ

“aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk.”

Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Apabilah kamu ingin mambaca Al-qur’an,maka minta perlindungan kepada Allah dari setan terkutu.”(Q.S.an-Nahl : 98).

7.disunahkannya berdoa sesudah khatam Al-Qur’an berdasarkan apa yang terdapat dalam kitab musnad Imam al-Darimi melalui Humaid al-A’raj r.a., yang mengatakan:

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an kemudian berdoa,maka doanya diamini oleh empat ribu malaikat.”

Diriwayatkan oleh al-hakim Abu abdillah al-Nasaburi,bahwa Abdullah ibn Mubarak r.a.,apabila mengkhatamkan Al_Quran,maka sebagian besar oanya untuk kaum muslimin,mukminin dan mukminat.

Dan di antara yang wajib memberikan perhatian dalam penghormatan kepada Al-Qur’an dari perkara-perkara yang telah manganggap remeh oleh sebagian pembaca Al-Quran yang lalai,seprti tertawa,menghisap rokok,dan selain dari pada itu.

“Ya Allah,jadikanlah kami daripada orang yang mendengarkan perkataan yang baik,lalu kami mengiguti perkataan yang baik itu.Ya Allah,baikilah hati kami hilangkanlah kejelekan kami,bimbinglah kami dengan jalan terbaik,hiasilah kami dengan ketakwaan,kumpulkan bagi kami kebaikan akhirat dan dunia dan karuniailah kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau menghidipkan kami Semoga rahmat Allah tercurahkan atas junjungan kami nabi Muhammad,Keluarganya,dan para Sahabatnya.Segala puji bagi allah Tuhan Semesta alam.’

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURAN:

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
۞“لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah swt dan mendirikan sembahyang dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengaan diam-diam dan terangterangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah swt menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah swt Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir 35:29-30)

“Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Riwayat Al-Bukhari)

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Sesunggunya Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)

“Tidak bisa iri hati, kecuali kepada dua seperti orang: yaitu orang lelaki yang diberi Allah swt pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah swt harta, kemudian dia menafkahkannya sepanjang malam dan siang.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat At-Tirmidzi)

Rasulullah saw bersabda, Allah berfirman:
“Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebiak-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (Riwayat Tirmidzi)

“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi)

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I)

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)

Abdul Humaidi Al-Hamani, berkata: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: “Membaca Al-Qur’an. Karena Nabi saw bersabda. ‘Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Imam An-Nawawi

…….

Para fuqoha telah bersepakat bahwa membaca Al Qur’an lebih utama daripada dzikir-dzikir maupun wirid-wirid lain yang dikhususkan pada suatu masa atau tempat tertentu, sebagaimana ditunjukkan oleh al qur’an maupun sunnah.

Diantaranya firman Allah swt :

إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Artinya : “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra : 9)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya : “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra : 82)

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al Hasyr : 21)

Adapun diantara dalil-dalil dari hadits-hadits Rasulullah saw :

Sabda Rasulullah saw,“Orang yang mahir dalam Al Qur’an bersama duta-duta mulia lagi suci. Dan siapa yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Sabda Rasulullah saw,“Orang yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan setara dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf akan tetapi alih satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Sabda Rasulullah saw,“Dikatakan kepada para pembawa al Qur’an : baca dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau telah mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad)

Namun para ulama berbeda pandapat tentang perbedaan keutamaan diantara ayat-ayat Al Qur’an :

Jumhur ulama berpendapat bahwa sebagian surat dan ayat didalam Al Qur’an lebih utama dari sebagian yang lain berdasarkan nash-nash yang ada, diantaranya sabda Rasulullah saw,”Tidakkah kamu melihat ayat-ayat yang diturunkan pada waktu malam hari dan tidak satupun seperti ayat-ayat itu? Qul A’udzu birobbil falaq dan Qul A’udzu birobbin naas.” (HR. Muslim)

Sabdanya saw, ”Sesungguhnya satu surat didalam Al Qur’an yang terdapat didalamnya 30 ayat dapat memberikan syafaat bagi sseseorang sehingga dia diampuni (dosa-dosanya), yaitu surat Tabarokalladzi biyadihil mulk’ (Al Mulk).” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Sementara Malik, Abul Hasan al Asy’ariy, Ibnu Hibban, Yahya bin Yahya dan al Qodhi Abu Bakar al Baqilani berpendapat bahwa tidak ada didalam Al Qur’an satu (ayat atau surat) yang lebih utama dari yang lainnya karena seluruhnya adalah perkataan Allah swt lalu bagaimana sebagiannya lebih utama dari sebagian yang lainnya? Bagaimana bisa sebagiannya lebih mulia dari sebagian lainnya? Dan agar tidak membuat bingung adanya yang dilebihkan berarti mengurangi kelebihan yang lainnya, untuk itu Imam Malik memakruhkan mengulang-ulang bacaan suatu surat sementara tidak pada surat yang lainnya. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 11634)

Banyak sekali kitab-kitab yang mengulas tentang keutamaan membaca Al Qur’an ini dikarenakan banyaknya dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut baik dalil-dalil yang bersumber dari Kitabullah maupun hadits-hadits Nabi saw.

Diantara keutamaan-keutamaan lainnya yang disebutkan oleh asy Syeikh al Imam Abul Fadhl Abdurrahman bin Ahmad bin al Hasan ar Roziy al Muqri’ didalam kitabnya “Fadho’ilul Qur’an” adalah :

1. Keutamaan Al Qur’an dibandingkan perkataan-perkataan lainnya :
Sabda Rasulullah saw,”Keutamaan firman Allah azza wa jalla dibandingkan seluruh perkataan bagaikan keutamaan Allah dengan selain-Nya (makhluk-Nya.” (HR. Ad Darimi)

2. Al Qur’an lebih dicintai Allah swt daripada langit dan bumi serta yang ada didalamnya.

Sabda Rasulullah saw,”Al Qur’an lebih dicintai Allah daripada langit dan bumi serta yang ada didalamnya.” (HR. Ad Darimi)

3. Al Qur’an adalah cahaya ditengah kegelapan

Sabda Rasulullah saw,”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi)

4. Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah swt

Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

5. Mereka adalah sebaik-baik umat.

Sabda Rasulullah saw,”Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori, Abu Daud dan tirmidzi)

6. Mereka diberikan apa-apa yang diberikan kepada para nabi kecuali wahyu
“Pada hari kiamat didatangkan para pembawa Al Qur’an lalu Allah azza jalla berkata,’kalianlah wadah perkaan-Ku (Al Qur’an) maka aku berikan kepada kalian apa-apa yang Aku berikan kepada para nabi kecuali wahyu.” …… (Fadhoilul Qur’an hal 9 – 11)

Wallahu A’lam

Pentingnya Tholabul Ilmi……..!!!

Untuk melaksanakan sesuatu amal ibadat dengan baik, sempurna dan yakin benarnya, Ilmu adalah tersangat penting dan menjadi keutamaannya seperti Firman Allah Taala yang bermaksud;.

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan juga supaya orang-orang yang beroleh ilmu mengetahui bahawa ayat-ayat keterangan itu benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman kepadanya, sehingga tunduk taatlah hati mereka mematuhinya; dan sesungguhnya Allah sentiasa memimpin orang-orang yang beriman ke jalan yang lurus. (Al-Haj : 54)

وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, mengetahui (dengan yakin, bahawa keterangan-keterangan) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu (mengenai hari kiamat dan lain-lainnya) itulah yang benar serta yang memimpin ke jalan Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Terpuji. (Saba-6)

Mu’adz bin Jabal r.a berkata ;

Belajarlah ilmu kerana ;

belajar itu hasanat (kebaikan) dan
mencari ilmu itu ibadat, dan
mengingatinya sama dengan tasbih, dan
menyelidikinya sama dengan jihad, dan
mengajar kepada yang tidak mengetahui itu sedekah, dan
memberikannya kepada yang berhak (ahli) itu taqqarub (mendekatkan diri dengan Allah),
sebab ilmu itu jalan untuk mencapai tingkat-tingkat ke syurga. Dan
ia yang menjinakkan (menghibur) sewaktu bersendirian dan
kawan dalam pengasingan, dan
kawan dalam kesepian, dan
penunjuk jalan kesenangan,
penolong menghadapi kesukaran, dan
keindahan di tengah-tengah kawan, dan
senjata untuk menghadapi musuh.
Allah meninggikan derajat beberapa golongan dengan ilmu itu sehingga dijadikanya pimpinan yang dapat diikuti jejak mereka, ditiru perbuatan mereka,
Malaikat suka berkawan dengan mereka, dan mengusap-usap mereka dengan sayapnya dan didoakan oleh semua benda basah maupun yang kering, dan ikan-ikan di laut dan semua serangga, dan binatang-bintang buas di darat dan laut dan semua ternak.
Sebab ilmu itu dapat menghidupkan hati dan kebodohan dan
pelita dari kegelapan dan
kekuatan dari segala kelemahan dan
alat untuk mencapai derajat abrar dan yang baik-baik di dunia dan di akhirat.
Dan memperhatikan ilmu itu menyamai puasa, sedang
mengingat-ingatinya menyamai bangun malam dan
dengan ilmu tersambung hubungan kerabat,
dan dikenal halal dari haram, dan
ilmu itu penuntun amal, sedang amal tetap menjadi pengikutnya dan
ilmu itu diberikan Allah kepada orang-orang yang akan bahagia dan diharamkan dari orang-orang yang celaka dan rugi.
Untuk itu, menuntut ilmu adalah merupakan perkara yang menjadi kemestian bagi siapa saja, kerana dengan ilmu yang shohih sajalah syariat dapat ditegakkan, dan dengan ilmu yang benar sajalah thoriqat dapat diluruskan malahan dengan ilmu makrifat sajalah hakikat dapat didirikan.

Benarlah kata orang-orang Sufi;

Hakikat tidak akan muncul sewajarnya jika syariat dan thoriqat belum betul lagi kedudukannya. Huruf-huruf tidak akan tertulis dengan betul jika pena tidak betul keadaannya.


Daftar ke PayPal dan mulai terima pembayaran kartu kredit secara instan.
Bookmark and Share
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)