Allah selain maha pengasih lagi maha penyayang allah juga memiliki salah satu asma yaitu
as-sabur
yang berarti maha penyabar maka dari itu allah mengatakan,“adakah yang
lebih sabar daripada aku…”. Kita tentu sering mendengar kata orang yang
mengatakan sabar itu tak ada batasnya padahal tahukah sebenarnya allah
dengan asma'ul husnanya as-sabur sangat senang bersama orang-orang yang
sabar.
Sedikit Cerita Tentang As-Sabur
Kala itu langit berbicara kepada allah,”ya allah mengapa tak kau
biarkan aku menurunkan hujan dan petir yang dasyat agar manusia binasa
karena mereka telah inggkar kepada mu.” Sementara itu bumi berkata,”ya
allah biarkan aku keluarkan gempa yang dasyat agar semua manusia
tenggelam bersama kesombongan dan kekufurannya.”
Lalu apa kata allah sebagai as-sabur yang maha penyabar,”Biarlah
walaupun mereka tidak menyembahku, mereka lupa pada ku, mereka tidak
bersyukur atas nikmat yang aku berikan aku tetap biarkan mereka hidup
aku berikan mereka rezeki agar mereka tahu bahwa tidak ada yang lebih
sabar daripada aku.” allah
as-sabur
Ya as-sabur maha penyabar itulah allah bisa kah kita bersabar karena
kesabaran itu memang tidak ada batasnya kesabaran yang diiringi dengan
keikhlasan pasti akan menghasilkan sesuatu yang besar. kesabaran juga
salah satu ciri orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. sabar itu berasal
dari bahasa arab & sudah menjadi istilah bahasa indonesia yang asal
katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi
"shabran". dari segi bahasa, sabar berarti menahan & mencegah.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru
Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan
janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan
perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang
hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa
nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 :
28)”
Sabar bagi manusia sendiri terbagi menjadi beberapa aspek meliputi :
Sabar menerima musibah.
Sabar menerima musibah merupakan aspek yang paling sering
dinasehatkan banyak orang. sebab sabar dalam aspek ini merupakan bentuk
sabar yang telah diriwayatkan dalam sebuah hadits :
Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati
seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian
Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’
Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau
tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’
Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang
menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu
Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata
kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai
Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat
pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)
Sabar ketika menghadapi musuh.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra
berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan
untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka
bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.
Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau
meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat
pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia
bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal,
kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR.
Muslim)
Sabar pada jabatan & kedudukan.
Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa
seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai
Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak
mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda,
Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap
orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian
hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).
Sabar dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang
muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap
dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang
tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas
kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)
Sabar dalam kerasnya kehidupan dan kebutuhan ekonomi.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata
bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas
kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau
pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).
Lalu adakah cara kita meningkatkan kesabaran ? ada…
Penyakit hati yang umum saat ini yang dialami setiap manusia adalah
tidak sabar yang dapat dicegah karena jika hal ini tidak dicegah maka
akan berdampak negatif pada amalan yang telah kita lakukan. Sebagaimana
mendapat hasil yang tidak memuaskan, terjerumus dalam kemaksiatan,
tidak mau beribadah kepada Allah dll. Oleh karena itulah diperlukan
beberapa cara untuk meningkatkan kesabaran. Diantara adalah :
- Mengkikhlaskan niat hanya kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata
berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat
menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.
- Memperbanyak tilawah (membaca) al-Qur'an, baik pada pagi, siang,
sore ataupun malam hari. lebih bagus lagi jika bacaan tersebut
direnungan dan ditadaburkan makna-makna yang terkandung didalamnya.
sebab al-Qur'an berfungsi sebagai obat bagi hati. termasuk juga dzikir
kepada Allah.
- Banyak-banyak berpuasa sunnah. dengan berpuasa merupakan dapat
mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan
jenis. puasa juga ibadah yang dapat melatih kesabaran.
- Mujahadatun Nafs, yaitu usaha yang dilakukan untuk berusaha dengan
giat dan maksimal untuk mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang suka
pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dll.
- Mengingat tujuan hidup di dunia. sebab hal ini dapat memacu kita
untuk beramal secara sempurna. dengan ketidaksabaran (isti'jal),
memiliki prosentase yang besar untuk menjadikan amalan seseorang kurang
maksimal. apalagi jika kita renungkan bahwa Allah akan melihat "amalan"
seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS.
9 : 105)
- Perlu melakukan latihan sabar secara pribadi. seperti ketika sedang
sendiri dalam rumah, bagusnya melatih untuk beramal ibadah dari pada
menonton televisi misalnya. lalu melatih diri untuk menyisihkan sebagian
rezeki untuk infaq fi sabilillah, dll.
- Membaca kisah kesabaran para sahabat, tabi'in maupun tokoh Islam
lainnya. sebab hal ini juga bisa menanamkan keteladanan yang patut
dicontoh dalam kehidupan di dunia nyata.
As-Sabur
Akhir kata penulis berharap apa yang disampaikan dapat bermanfaat
begitulah allah, tidak ada yang lebih sabar dari pada aku allah dengan
as-sabur nya dan semoga kita dapat meningkatkan kesabaran kita dalam
menjalani hidup karena memang sabar tidak ada batasnya. mudah-mudahan
dengan sabar kita dapat menjadi lebih baik lagi karena allah senang
bersama orang-orang yang sabar. sekian mengenai as-sabur allah yang maha
penyabar
http://www.abdillahajisasmito.com/adakah-yang-lebih-sabar-daripada-aku-allah-as-sabur-as-sabur/