Selasa, 06 Desember 2011

Adab Penuntut Ilmu Dalam Diri Sendiri

Ilmu adalah ibadah.Bahkan untuk segala perkara yg di cari adalah engkau mengetahui bahwa ilmu adalah ibadah,maka dari itu syarat ibadah adalah :

1. Ikhlas karna Allah Subhanahu wa ta’ala.
“padahal mereka tak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dgn memurnikan keta’atan kepadaNYA dlm menjalankan agama yg lurus”.(Al Bayyinah 5)

Dalam hadist Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda “sesungguhnya segala amal disertai niat.
Maka jika ilmu sudah kehilangan niat yg tulus,ikhlas,ia berpindah dr ketaatan yg paling utama kepada kesalahan yg paling rendah dan tak ada sesuatu yg meruntuhkan ilmu seperti riya,sum’ah dan lainnya.

Maka dari itu harus membetulkan niat dari segala kesungguhan menuntut ilmu seperti ingn terkenal,melebihi orang lain,menggunakan waktu yg berlebihan.Maka apabila mencampuri niat niscaya ia merusaknya dan hilanglah berkahnya ilmu yang kita dapat.

2. Perkara yang menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat yaituh cinta Kepada Allah dan RasulNYA dan merealisasikan dgn mutaba’ah dan mengikuti jejak langkah beliau.
Jadilah engkau seorang salafi yang sungguh2,jalan salafus shalih dr kalangan sahabat radhiyallahu ‘anhum dan generasi selanjutnya yg mengikuti jejak langkah mereka dalam semua ibadah,tauhid dll.

3. Selalu takut kpd Allah subhanahu wa ta’ala
berhias diri dgn membangun lahir dan bathin dgn sikap takut,menjaga syiar2 islam,menampakkan sunnah,menyebarkanya dgn mengamalkan.Hendaklah selalu takut kpd Allah dalam kesendirian dan bersama orang banyak.Jangan hilang dr ingatan bahwa seseorang tak dipandang alim kecuali apabila ia mengamalkan dan jika tak mengamalkan ilmunya kecuali apabila ia selalu Takut kpd Allah.

4. Senangtiasa Muraqabah.
Berhias diri dgn senangtiasa muraqabah kpd Allah subhanahu wa ta’ala dlm kesendirian dan kebersamaan,berjalan kpd Robbnya di antara sikap khauf/takut dan raja’/mengharap.

5. Merendahkan diri dan membuang sikap sombong,takabur.
Hiasi diri dgn adab jiwa berupa sikap menahan dr meminta,santun,sabar,tawadhu terhadap kebenaran,memikul kehinaa menuntut ilmu untuk kemulian ilmu.

Jauhilah penyakit sombong,tamak,dengki.Sikap congkak,sikap meremehkan orang yg memberi syafaat kpdmu dari orang yg lebih rendah darimu adalah sikap sombong.Kelalaianmu dlm mengamalkan ilmu merupakan tanda kesombongan dan tanda terhalang,sifat tercela,maka celakalah drmu.

6. Qana’ah dan Zuhud
berbekal dr dgn sikap qana’ah/merasa cukup dgn yg ada.Dan Zuhud adalah enggan terhadap yg haram,menjauhkan dr dari sgl syubhat dan tak mengharapkan apa yg miliki orang lain.Maka dgn atas dasar inilah hendaklah sederhana dlm kehidupanya dgn sesuatu yg tak merendahkanya,dimana dia dpt menjaga diri dan orang yg berada tanggunganya dan tak mendatangi tempat2 kehinaan.

7. Berhias diri dgn keindahan ilmu.
Diam yg baik dan petunjuk yg shalih berupa ketenangan,khusyuk,tawadhu,tetap dalam tujuan dgn membangun diri dan meninggalkan yg membatalkanya.

8. Berbekal diri dgn sikap muru’ah.
Menjaga harga diri tanpa sikap sombong,berani tanpa sikap fanatisme,semangat tinggi bukan atas dasar kebodohan,maka dr itu tinggalkan sifat yg merusak muru’ah (kesopanan).Berupa pekerjaan yg hina atau teman yg rendah seperti sifat ujub,riya,sombong,takabur,merendahkan orang lain.

9. Bersikap optimis termasuk sikap berani.
Keras dalam kebenaran dan ahlak yg mulia,berkorban di jalan kebaikan.Hindarilah berupa jiwa yg lemah,tak penyabar,ahlak yg lemah,maka ia akan menghancurkan ilmu dan memutuskan lisan dari kebenaran.

10. Meninggalkan kemewahan
maka sesungguhnya kesederhanaan termasuk dari iman.Sebagaimana wasiat Umar bin Khathab radhiallahu anhum “jauhilah kenikmatan,pakaian bangsa asing dan bersikaplah sederhana dan kasar.

Atas dasar ini maka jauhilah kepalsuan peradaban karna sesungguhnya melemahkan tabiat,mengikatmu dgn ilusi,angan2,orang lain yg serius sudah mencapai tujuan mereka sedangkan engkau tetap berada ditempatmu.Sibuk memikirkan pakaianmu..

Hati2lah dalam berpakaian karna ia mengungkapkan pribadimu bagi orang lain dalam menilaimu.Maka pakailah sesuatu yg menghiasimu bukan merendahknmu tak menjadikan padamu ucapan bg yg berkata,dan ejekan bg yg mengejek.Jauhilah pakaian kekanak kanakan tapi sederhana dlm berpakaian/bersikap meliputi tanda yg shalih.

11. Berpaling dari majelis yang sia-sia
janganlah berkumpul dgn orang2 yg melakukan kemungkaran di majelis mereka.Menyingkap tabir kesopanan.Maka sesungguhnya dosamu terhadap ilmu dan pemiliknya sangat besar.

12. Berpaling dari kegaduhan.
Memelihara diri dr kelembutan dalam ucapan,menjauhi kata2 yg kasar,maka sesungguhnya ungkapan yg lembut menjinakkan jiwa yg membangkan.

14. Berfikir.
Berhias dgn merenung,sesungguhnya orang yg merenung niscaya mendapat dan dikatakan renungkanlah niscaya engkau mendapat.

15. Teguh dan kokoh.
Berhiaslah dgn sikap teguh dan kokoh terutama di dlm musibah dan tugas penting.Di dalamnya sabar,teguh di saat tak bertemu dlm waktu yg lama dalam menuntut ilmu dgn para guru,maka sesungguhnya orang yg teguh akan tumbuh.


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)