Senin, 28 November 2011

Cinta Kepada Allah

“Dan di antara manusia ada orang-orang yg mengangkat sembahan-sembahan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yg beriman itu lbh kuat cintanya kepada Allah..” Firman Allah Taala yg artinya “Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.” “Katakanlah ‘Jika bapak-bapak anak-anak saudara-saudara isteri-isteri kaum keluargamu harta kekayaan yg kamu usahakan perniagaan yg kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yg kamu sukai; itu lbh kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya’.” . Abu Razinal ‘Uqaili bertanya “Wahai Rasulullah apakah iman itu?” Rasulullah saw menjawab “Yaitu Allah dan Rasul-Nya lbh kamu cintai daripada selain keduanya.” Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas ra bahwa Rasulullah saw bersabda “Tidak beriman seseorang di antara kamu sebelum aku lbh dicintainya daripada anaknya orang tuanya dan manusia seluruhnya.” Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Anas ra katanya “Telah bersabda Rasulullah saw ‘Ada tiga perkara barangsiapa terdapat dalam dirinya ketiga perkara itu dia pasti merasakan manisnya iman yaitu Allah dan Rasul-Nya lbh dicintainya daripada yg lain; mencintai seseorang tiada lain hanya krn Allah; dan tidak mau kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya sebagaimana dia tidak mau kalau dicampakkan ke dalam api Neraka.” Disebutkan dalam riwayat lain “Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman sebelum..” dst. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa ia berkata “Barangsiapa mencintai seseorang krn A1lah membenci seseorang krn Allah membela seseorang krn Allah dan memusuhi seseorang krn Allah maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan dari Allah hanyalah bisa diperoleh dgn hal tersebut. Dan seorang hamba tidak akan menemukan rasa ni’matnyn iman sekalipun banyak shalat dan shiyamnya sehingga dia bersikap demikian. Persahabatan di antara manusia pada umunya didasarkan aras kepentingan dunia namun hal itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka.” Ibnu Abbas dalam menafsirkan firman Allah Ta ala “.. dan putuslah segala hubungan antara mereka sama sekali.” ia mengatakan “yaitu kasih sayang.” Sesungguhnya seseorang itu mencintai sesuatu krn pengetahuannya akan kebaikan dan kemanfaatan sesuatu itu. Membenci sesuatu itu krn pengetahuannya atas keburukan atau kejahatan sesuatu itu. Sebagian besar manusia itu lbh mencintai dunia krn pengetahuannya akan dunia yg apabila dapat meraihnya mendapatkan keni’matan kelezatan dan kesenangan. Hal ini krn jika manusia dapat meraih dunia maka hidupnya di dunia bagaikan raja dgn segala fasilitas kemudahan serta kesenangan yg menyertainya. Seorang anak remaja mendambakan menjadi bintang idola maka dalam aktifitas kesehariannya disibukkan pada upaya-upaya utk meraih apa yg dicita-citakan. Ia pun berusaha dari mulai mengikuti lomba menyanyi lomba peragawati lomba model lomba putri ayu dan seterusnya. Oleh krn hanya dgn cara-cara seperti atau yg sejenis itu utk meraih ketenaran menjadi bintang idola dapat diraihnya maka tidak peduli apa pun yg harus dijalani maka dilakukannya. Inilah satu gambaran yg sangat gamblang dari kehidupan glamour di jaman edan sekarang ini bahwa manusia berbondong-bondong utk meraih dunia. Itulah para pencari dunia dan pecinta dunia. Maka kecintaannya kepada dunia melebihi cintanya kepada Allah dan hari akhir yg dijanjikan sehingga melalaikan apa yg menjadi batas-batas sepak terjang seorang Muslim yg beriman kepada Tuhannya. Hanya demi uang dan ketenaran maksiatpun dilakukannya. Agama tidak melarang manusia mencari uang sebanyak-banyaknya tetapi dgn jalan dan cara serta membelanjakannya yg diridoi oleh-Nya. Adapun orang-orang yg beriman tidak tergiur dgn manis dan lezatnya dunia yg hanya sebentar saja. Oleh krn melalui jalan dan cara-cara yg diridoi oleh Allah SWT itu adl sulit dan bertentangan dgn pola kehidupan dgn meraih kesenangan dunia maka hanya sebagian kecil saja orang-orang yg tahan menghadapi pahit getirnya kehidupan ini. Itulah orang-orang yg beriman. Diriwayatkan bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Rasuullah saw “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mencintaimu.” Maka Rasulullah saw menjawab “Bersedialah utk miskin.” Orang lelaki berkata “Aku mencintai Allah Taala.” Rasulullah saw bersabda “Bersedialah utk menghadapi bala.” Orang-orang yg beriman meyakini dgn sebenar-benar iman firman Allah SWT yg artinya“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yg melalaikan perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak seperti huan yg tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yg keras dan ampunan dari Allah serta keridoan-Nya. Dan kehidupan di dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yg menipu.” . “Dan sesungguhnya kehidupan di akhirat itulah kehidupan yg sebenarnya jikalau ia mau mengetahui.” . Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw menceritakan dari Tuhannya Yang Maha Tinggi“Aku siapkan utk hamba-hamba-Ku yg saleh sesuatu yg mata tidak pernah melihat telinga tidak pernah mendengar dan tidak pula tergores pada hati manusia.” . Oleh krn hal-hal yg demikian itu adl termasuk dari bagian-bagian perbuatan yg Allah janjikan maka tiap Muslim hendaklah belajar mencari tahu utk mengetahui dan mengenal akan Tuhannya. Maka sesungguhnya ke-Kuasaan ke-Agungan ke-Muliaan ke-Perkasaan dan segala ke-Mahatinggian Allah SWT itulah yg lbh patut seorang hamba mencintainya atas dasar yg demikian itu sehingga orang-orang yg lbh mengenal akan Tuhannya akan lbh mencintai-Nya. Imam al-Hasan al-Basri berkata “Barang siapa yg mengenal Tuhannya niscaya ia mencintainya.” Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm

0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)