Senin, 28 November 2011

Jangan Berlebihan Mencintai Harta

a-man-counting-money2

Allah Swt berfirman, “Dan kalian mencintai harta dengan kecintaan yang teramat sangat.” (QS Al-Fajr [89] :20)

Nabi Isa as berkata, “Janganlah kalian melihat harta kekayan ahli dunia, karena sesungguhnya gerlap kemilau harta mereka itu dapat melenyapkan cahaya iman kalian.” (Mahajjah al-Baidla’ 7 :228)

Imam Ali as berkata, “Apabila Allah mencintai seorang hamba maka dijadikan-Nya sang hamba benci kepada harta dan dipendekkan-Nya angan-angannya. Namun apabila Allah menginginkan kejelekkan bagi sang hamba maka dijadikanlah kecintaannya kepada harta dan dipanjangkannya angan-angan-Nya.” (Mizan al-Hikmah 9 : 281)

Imam Ali al-Ridha as berkata : “Tidaklah seseorang itu menumpuk harta melainkan akan tumbuh di dalam dirinya lima hal :

1. Kekikiran yang sangat,

2. Angan-angan yang panjang.

3. Ditaklukkan oleh sifat rakus (tamak),

4. Suka memutuskan shilaturrahim,

5. Lebih mengutamakan dunia daripada akhirat.” (Misykat al-Anwar hal 271)

Rasulullah saww bersabda : “Tidaklah seorang hamba semakin dekat kepada Penguasa (Sulthan yang zalim) melainkan semakin jauh ia dari Allah Ta’ala dan apabila semakin banyak hartanya semakin bertambah pula hisabnya (di akhirat) dan semakin banyak juga kesusahannya dan semakin banyak juga setan-setannya.” (Bihar al-Anwar 72 : 67 / MH 9 : 279 )

Rasulullah saww bersabda : “Empat tanda kemalangan (kesialan — kecelakaan) :

1. Kering air mata (dumu’ al-‘ain),

2. Hati yang kesat (keras),

3. Tamak di dalam mencari rizki,

4. Terus menerus melakukan dosa. (sering berbuat dosa).” (Bihar al-Anwar 73 : 349 / Mizan 91-Hikmah 3.463)


qitori.wordpress.com/2008/11/13/jangan-berlebihan-mencintai-harta/



0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)