Jumat, 25 November 2011

Jilbab - kewajiban jangan diremehkan

Assalaamu'alaikum wr. wb. Mari benar2 kita perhatikan kisah Adam AS dan Hawa AS dalam ayat-ayat Al Qur’an : QS. 020 TAAHAA ( 120 – 121 ) فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَى فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى FA WASWASA ILAIHI SYAIITHAANU QAALA YAA AADAMU HAL ADULLUKA ALAA SYAJARATIL KHULDI WA MULKIL LAA YABLAA FA AKALAA MINHAA FABADAT LAHUMAA SAU AATUHUMAA WA THAFIQAA YAKHSHIFAANI ALAIHIMAA MIW WARAQIL JANNAH WA ‘ASHAA AADAMU RABBAHUU FAGHAWAA Kemudian Syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya ( Adam ) dengan berkata : “ wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon Khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa ? Maka keduanya ( Adam dan Hawa ) memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun Surga dan durhakalah Adam kepada Tuhan-nya dan sesatlah dia. ( makan buah quldi adalah pelanggaran syari'at dan hakikatnya dosa membuka aurat ) Sejak diciptakan Hawa as, dari rusuk Adam as, mereka ijab qabul nikah resmi dengan mas kawin salawat Nabi Muhammad saw. 230 kali tanpa boleh bernafas ...disaksikan Jibril as. sekaligus walinya ... Jilbab dan pakaian muslim adalah pakaian Surga / pakaian taqea, yang diberikan Allah swt. seterusnya menjadi kewajiban penutupan aurat laki-laki ( topi dan gamis ) dan perempuan ( jilbab ), kemudian ditegaskan lagi didalam salah satu ayat Al Qur'an surat An Nuur. Oleh karena itu jangan main2 dengan penutupan aurat terutama wanita. karena rambutnua saja sudah aurat yang harus ditutup rapat. Banyak yang melanggar. Laki-laki batas auratnya seputar pusar sampai lutut, sehingga jarang yang melanggar. Semoga tercerah adanya ... wallahu a'laam bish shawab / Ismail

0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)