Minggu, 20 November 2011

Peluncuran Roket LAPAN

Ahad, 9 Desember 2007, LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbanagn Nasional ) melakukan ujicoba peluncuran roket,bertempat di Pantai Pandansimo Bantul. Peluncuran roket ini dalam rangka mengenang kembali sejarah roket Indonesia yang dulu pernah meluncurkan Roket pada 27 Agustus 1963 oleh PRMI (Persatuan Roket Mahasiswa Indonesia) -CMIIW-

Pada Kesempatan ini diluncurkan 2 Roket replika PRMI, 2 Roket tipe RX100 dan 12 roket tipe RUM

RX100 (Roket Experiment) 100, mempunyai panjang propelan 100 cm, mempunyai diameter10 cm mempunyai jangkauan jarak 10 km dengan sudut penembakan 50 derajat. Jika di tembakkan dengan sudut 60 derajat, mampu mencapai ketinggian 7 km.

Roket ini mempunyai panjang 1940 mm, dengan berat 29 Kg, dari bahan bakar yang digunakan HPTB mampu memberikan daya dorong sebesar 800 kgF dan mampu melesat 450 m/detik atau sekitar 1,3 mach

RX 100,akan meluncur

Pada roket yang diujicoba peluncuran kali ini dilengkapi dengan sensor GPS dan sensor tekanan yang nanti akan dikonversi sehingga bisa mendapatkan ketinggian roket. Bagian-bagian roket terdiri atas Nose/moncong roket yang terbuat dari bahan komposit, Badan roket yang terbuat dari stainless steel dan bagian nozzel yang terbuat dari baja karbon.

Kiri-Roket PRMI, KAnan Roket RX 100

sebelah kiri roket PRMI, sebelah kanan roket RX 100

Untuk roket PRMI, mempunyai panjang propelan 40 cm, memang dibuat sebagi replika seperti pada peluncuran roket pertama tahun 1963.

img_0027-small.jpg

Untuk bahan bakar roket pada pengujian kali ini berbeda dengan bahan bakar roket ketika pertama kali diluncurkan tahun 1963. Bahan HPTB merupakan campuran antaraAmonium Perklorat, Serbuk Auminium. Dulu, untuk amonium perkloratnya harus di impor dari negara luar, tapi karena tidak memungkinkan untuk medapatkan pasokan secara terus menerus, LAPAN akhirnya sekarang mampu untuk memproduksi sendiri.

Roket RUM (Roket Uji Muatan) merupakan roket yang pada bagian nosenya dapat di isi dengan berbagai macam muatan, menurut kebutuhannya. Pada ujicoba kali ini ,pada bagian nosenya di isi muatan berupa spanduk dan parasut yang akan membentang setelah dilepaskan di udara. Dengan menggunakan roket ini, karena dilengkapi dengan parasut, maka kita dapat kembali menggunakan badan roket dan motornya karena ketika jatuh akan melayang bersama parasutnya. Untuk muatannya bisa berupa sistem komunikasi untuk pengendalian arah dan lokasi roket, sensor deteksi kecepatan roket.

img_0035-small.jpg

img_0080-small.jpg

Tahun depan, LAPAN akan mengadakan perlombaan untuk roket ini, tetapi hanya melombakan untuk mutan roketnya, menggunakan roket RUM ini, sedangkan untuk motor roket dan bahan bakar,disediakan oleh LAPAN. Bahan bakar HPTB ini di rahasiakan formulanya,karena jika jatuh ke tangan orang yang salah, bisa digunakan untuk membuat teror. Jadi untuk yang berminat, silahkan bersiap-siap untuk mengikuti perlombaannya. Direncanakan perlombaan ini akan dilaksanakan di yogya dengan lokasi peluncuran di pantai selatan.

Memang pada ujicoba kali ini LAPAN hanya membawa roket-roket kecil, tapi LAPAN sudah mengembangkan Roket RX 320 yang mempunyai panajng propelan sekitar 320 cm. yang tentu saja daya jangkaunya sudah lebih jauh. Roket RX 580 pun sudah ada yang mempunyai daya jangkau 300 km (he.he dah bisa nyerang tetangga tu)

Pada kesenmpatan peluncuran roket kali ini di hadiri oleh Bapak Bupati Bantul, Bapak Rektor UGM dan para pelopor peluncuran roket tahun 1963. n janagn salah, si Unyil juga ikutan tampil disini , ikut meliput. Animo masyarakat bantul untuk melihat acara ini sangat besar, Jalan keluar macet setelah selesai acara.

Undangan VIP

Sayangnya photo peluncuran roket RX 100 sulit dapatnya, mungkin karena keterbatasan sumber daya yo..kurang cepet memencet tombolnya. cuma kebagian asap.

Update info: untuk detil spesifikasi roket, Untuk ketiga jenis roket yang diluncurkan, PRMI memiliki ukuran panjang 1,4 M, diameter 11,4 Cm dan berat 24,7 Kg, RX 100 panjang 1,940 M, diameter 114 MM dan berat 28,8 Kg serta RUM panjang 1.145 MM, diameter 76 MM dan berat 3,75 Kg. (didapat dari kedaulatan rakyat,)

Unyil ikutan meliput acara ini

img_0054-small.jpg

pesan yang didapat dari acara ini, karena banyak murid sekolah dasar yang ikut menyaksikan, untuk menumbuhkan semangat pada mereka supaya dapat menjadi ilmuwan-ilmuwan di bidang roket, seperti India yang telah maju ilmu di bidang roketnya, karena telah mengenalkan roket dari sekolah dasar, sehingga para murid termotivasi dan mempunyai cita-cita untuk menjadi Ahli roket

“terinspirasi dari laskar pelangi”

Update 2010:

akhirnya lomba muatan roket jadi di gelar di Pantai Pandansimo, Bantul. walaupun tidak bisa menyaksikan langsung lomba tersebut, karena sudah tidak berada di Yogyakarta untuk saat ini, tetapi bisa mendapatkan infonya lewat detik.com. berikut info nya :

31 Roket Meluncur dari Bantul

Bantul – Puluhan roket diluncurkan dari pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan tersebut diadakan dalam rangka Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010 dimana sebanyak 31 tim dari berbagai universitas di Indonesia ikut ambil bagian.

Korindo merupakan ajang kompetisi di bidang rancang bangun muatan roket bagi mahasiswa Tanah Air. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan bibit unggul yang berminat menggeluti teknologi dirgantara, khususnya peroketan.

“Untuk pertama kalinya, kompetisi ini disaksikan oleh pengamat Asia-Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) yang berasal dari Jepang dan Malaysia,” tukas Dra. Elly Kuntjahyowati, MM selaku kepala bagian Hubungan Masyarakat Korindo 2010, saat ditemuidetikINET di Pandansimo, Bantul, Minggu (27/6/2010).

Ada 40 tim yang berhasil lolos dan berhak unjuk gigi dalam Korindo 2010 yang berlangsung 26-28 Juni ini. Namun hanya 31 tim yang mengambil komponen lomba sehingga dinyatakan berhak ikut lomba.

“Sebanyak tujuh tim gagal dan dua tim lainnya mengundurkan diri,” ujar Rika Andiarti, Kepala Pusat Teknologi Dirgantara Terapan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kompetisi kali ini bertema Homing Meteo Payload, yakni kompetisi untuk menghasilkan rancang bangun payload (muatan roket). Payload harus mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan setelah terpisah dari roket peluncur.

Korindo 2010 di pantai Pandansimo terlaksana atas kerja sama Kementerian Pendidikan Nasional, LAPAN, Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Kabupaten Bantul dan Angkatan Udara.

Link berita : http://www.detikinet.com/read/2010/06/27/183557/1387840/398/31-roket-meluncur-dari-bantul


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)