Selasa, 03 Januari 2012

Perubahan Bunyi pada Kata Kerja - I'RABUL FI'IL

I'RABUL FI'IL ( perubahan bunyi pada Kata Kerja)

Fi'il itu ada tiga macam yaitu Masa lampau MADHI , Masa kini/akan datang MUDHORI' dan Perintah AMAR

Lafadh yang menunjukan kejadian/perbuatan yang telah berlalu (dimasa lampau) biasanya tanda-tandanya diharokati dengan fathah فَعَلَ yang sering dimasuki oleh Ta' Tanits ت yang disukunkan disebut FIIL MADHI
Lafadh yang menunjukan kejadian/pebuatan yang sedang berlangsung dan yang akan datang biasanya tanda-tandanya sering dimasuki huruf sin س, saufa سَوْفَ lam لم dan lan لن atau dimasuki huruf mudhori' yaitu ا نيت
Alif , Nun , Ya dan Ta disebut FIIL MUDHORI'
Lafadh yang menunjukan kejadian/pebuatan yang akan datang biasanyasering diberi ya muannats mukhatabah dan menunjukan makna thalab ( menuntut) atau perintah Disebut fiil AMAR.

Tanda tanda yang paling umum untuk fiil Madhi dengan Fathah , fiil Mudhori dengan tambahan huruf انيت , sedangkan Fiil Amr dengan di sukun/di Jazmkan pada akhir hurufnya, sedangkan untuk yang muannats biasanya cukup dengan membuang huruf Nun ن nya

Berikut ini tabel perubahan Kata kerja Fiil yang ketempelan dhomir (kata ganti orang) dalam posisi Rofa , Nashab dan posisi Jazm (tabel 1)
Tabel 1
sedangkan yang diikuti oleh Pelaku baik bentuk lughowi maupun istilah serta beberapa kondisi dan adanya Amil Penegas atau taukid ( tabel 2.)

Tabel 2

Sedangkan perubahan pada fiil Amar biasanya hanya terjadi pada Dhomir Mukhatab atau mukhatabah terkecuali kemasukan maful atau Obyek , perubahan tersebut juga dipengaruhi oleh adanya Rumus ( WAJAN ) sesuai dengan kata dasarnya didalam fiil Mathi sedangkan yang perubahanya tidak tetap biasanya terjadi pada kata kerja yang tidak sakhih akibat adanya huruf Ellat atau نا قص Naqis
berikut (tabel 3)
Tabel 3

1 komentar:

terima kasih
banyak ilmu saya dapat
dan saya telah copy untuk kegunaan saya sendiri sebagai rujukan

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)