Selasa, 03 Januari 2012

Ilmu Nahwu dan Shorof

Ilmu sharaf dan nahwu itu disebut juga ilmu alat. ya alat itu sebagai pembongkar supaya bisa membaca buku atau tulisan yang tidak ada harokatnya atau disebut juga arab gundul. kita coba buat permisalan, kita punya pasir , batu bata, air, dan semen. kemudian kita ingin membangun sebuah rumah namun kita tidak punya alat bangunannya. dan emang tidak ada, apakah kita akan biasa membangunnya ?sungguh sulit kan...


begitupun jika kita belum bisa menguasai Nahwu dan shorof,, hmmmm maka akan sangat sulit membaca arab gundul dan kalo dipasakan malahan bisa salah makna.


Shorof adalah salah satu nama cabang Ilmu dalam pelajaran Bahasa Arab yang khusus membahas tentang perubahan bentuk kata (Bahasa Arab : kalimat). Perubahan bentuk kata ini dalam prakteknya disebut Tashrif. Oleh karena itu dinamakan Ilmu Sharaf (perubahan ; berubah), karena Ilmu ini khusus mengenai pembahasan Tashrif (pengubahan; mengubah).


dalam kitab Kailani, 1(sebuah kitab kecil yang membahasa ilmu sharaf) :



"Ketahuilah, bahwasanya yg dinamakan Tashrif menurut Bahasa adalah : pengubahan. Sedangakan menurut Istilah adalah: pengkonversian asal (bentuk) yang satu kepada contoh-contoh (bentuk) yang berbeda-beda, untuk (tujuan menghasilkan) makna-makna yang dimaksud, (yg mana) tidak akan berhasil tujuan makna tersebut kecuali dengan contoh-contoh bentuk yang berbeda-beda itu".


Ilmu Nahwu: "secara bahasa memiliki arti seperti atau misalnya (Kamus Al Munawwir)
secara istilah, sebagaimana yg dikatakan pengarang kitab Al Fawakih Al janiyyah, sebuah kitab penjelasan dari kitab Mutammimah (yang merupakan penjelasan dari kitab jurmiyyah):


Nahwu adalah ilmu tentang pokok, yang bisa diketahui dengannya tentang harkat (baris) akhir dari suatu kalimat baik secara i’rab atau mabniy… (baris atau harkat yg dimaksud disini adalah baris atau harkat terakhir dari suatu kata, contoh Alhamdu, maka yg dibahas dalam ilmu nahwu adalah harkat terakhir yaitu dhammah dri kata du). juga mempelajari bagaimana cara membaca akhir suatu kata, apakah kata tsbt dibaca muslimun atau muslimin, apakah dibaca muhammadun atau muhammadin atau muhammdan dst.....

0 komentar:

Poskan Komentar

Bookmark and Share
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)