Minggu, 12 Agustus 2012

Kenapa Harus Hobi Mengaji..?

Malam ngaji.! abis subuh ada ngaji.! abis magrib juga ada ngaji.! aarghh ngaji koq terus sih..? Bosen tau,,, capek tau,,, males tau... Hhi, mungkin kata-kata itu sudah dibilang dari dulu, seandainya saja tidak pernah mendengarkan nasehat supaya selalu menghobi-hobikan dalam mengaji (menuntut ilmu agama).

Heechh, mengaji dijadikan hobi, opo yo bise?

Coba, pernahkah kalian temui orang jalan-jalan ke tempat wisata seperti kebun binatang, puncak gunung, pantai, tempat bersejarah dll, untuk mengaji ? Jarang banget atau hampir gak mungkin, karena memang bukan tempatnya orang mengaji disana. Yang ada juga, orang mengaji itu di mesjid, di pondok, atau di rumah-rumah. Hhe...

Pernahkah kalian merasa malas untuk mengaji, merasa bosen karena sudah khatam, merasa capek akhirnya jadi ngantuk, dll yang membuat berat untuk datang mengaji? Kalau yang ini sering banget kita alami, yakan?

Atau pernahkah kalian mendengar komunitas hobi mengaji? *piss

Makanya mengaji menjadi hobi itu sedikit aneh kedengarannya yakan, dan juga bener-bener susah untuk direalisasikan. Lalu kenapa kita dinasehati untuk menghobi-hobikan mengaji, padahal kita sudah mengetahui bahwa mengaji itu menjadi sebuah kewajiban pokok orang islam? Jawabannya sangat sederhana, yaitu karena kita sering lupa terhadap kewajian yang satu ini. Kita sering menomorduakan mengaji dan lebih memilih pekerjaan yang belum selesai, lebih memilih belajar untuk ujian besok, atau yang lebih parah lagi lebih memilih menonton film kesukaannya, dll.

Sangatlah wajar bila kita menomorduakan mengaji dan memilih hal-hal lainnya yang lebih instan hasilnya. Alasannya adalah karena kita seorang manusia yang sangat mudah untuk lupa. Maka dari itu kita dinasehati oleh penasehat untuk menghobi-hobikan mengaji, agar kita bisa semangat terus dalam mengaji, agar kita bisa selalu ingat dengan wajibnya mengaji dan agar kita bisa menguatkan hati kita untuk tetap menetapi memerlukan dan mempersungguh dalam mengaji Al Quran dan Hadits.


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)