Minggu, 12 Agustus 2012

Ulama adalah Dokter Penyakit Hati

Jangan bertanya tentang penyakit hati kepada dokter. Bila kamu ingin mengetahui jawabannya, maka tanyakanlah pada seorang yang alim.

Hendaklah kamu perhatikan ilmumu, agar ilmumu itu tidak menjadi musuh di hari akhirat kelak. Janganlah kamu bertengkar dengan siapa pun tentang suatu masalah maupun harta benda. Karena bertengkar banyak mengandung bencana. Dampak negatifnya lebih besar ketimbang manfaatnya. Bertengkar merupak sumber dari segala perilaku tercela, baik ria, dengki, takabur, dendam, permusuhan, maupun berbangga-bangga diri.

Bila terjadi permasalahan antara dirimu dengan orang lain, dan kamu bermaksud menunjukan yang haqq kepada mereka, maka hal itu dibenarkan. Namun, ada dua hal yang harus kamu perhatikan, yaitu tidak berbeda pendapat mengenai haqq itu; dan kamu mempersoalkan hal itu ditempat tertutup, tidak dihadapan orang banyak

Dengarlah satu larangan yang sangat penting untuk bekal hidupmu. Yaitu janganlah kamu bertanya tentang hal-hal yang sulit dan yang berhubungan dengan penyakit hati kepada seorang dokter. Jika kamu ingin mengetahui jawaban penyakit hati tersebut, maka tanyakanlah kepada seorang alim ulama. Para ulama adalah dokter spesialis di bidang penyakit hati ini.

Orang zalim tidak akan dapat mengobati penyakit. Tapi orang alim yang sempurna tidak mau gegabah mengobati sembarang orang. Dia hanya mau mengobati orang yang masih mempunyai harapaan untuk sembuh.


0 komentar:

Posting Komentar

Daftar ke PayPal dan mulai terima pembayaran kartu kredit secara instan.
Bookmark and Share
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)