Jumat, 21 September 2012

Kamu yang "TERTINGGAL" di hatiku :')


Bismillah..

Post ni ditujukan kepada kamu yang tertinggal dihatiku *wink 


Tahukah wahai kamu yang tertinggal di hatiku? Hatiku sakit sewaktu berbicara bahawa tiada aku dalam kamus cintamu. Sememangnya sakit, sakit yang terasa begitu perit. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik di saat aku mengerti bahawa senyum mu adalah sesuatu yang bererti bagiku dan aku mengerti bahawa aku harus mengalah. 


Namun begitu, jauh disudut hati ini..aku ingin kita bersatu. Aku ingin menjadi ketua bidadari kepada mu..izinkan aku! Ingin ku memberitahumu bahawasanya, aku sudi untuk menunggumu..sehingga kau siap dengan yakin untuk meminangku dan aku pun siap dengan pinanganmu. 


Wahai kamu yang telah tinggal di hatiku, aku hanya mampu bermohon kepada Tuhan mu, Tuhan ku dan Tuhan semua manusia, kesudahan yang terbaik terhadap kisah kita. Ku pinta kepadaNya agar iman yang tipis ini mampu bertahan dan meminta kepadaNya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya. Biarlah aku simpan dalam hati sambil berdoa semoga engkau yang Allah pilihkan sebagai imamku kelak. InsyaAllah!

 Aku ingin ke syurga bersama mu. Jika benar cinta kerana Allah, mestilah bercinta & sayang sampai syurga kn? 
Since Jannah is a place no eye has ever seen, I make dua to Allah to reserve it for you ♥


p/s : Awak jaga diri awak & saya jaga diri saya. Nanti Allah akan pelihara kita..InsyaAllah. Seandainya Allah tak merestui perasaan ini, mungkin lebih baik sahaja dia pergi tak kembali lagi & jika di takdirkan tak sehaluan lagi kau tetap ku ingati :)


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)