Sabtu, 22 September 2012

Perbandingan derajat wanita zaman sekarang dan wanita zaman dahulu

Pada zaman jahiliyah dulu, orang-orang arab sangat tidak menghargai perempuan, saking tidak menghargainya, ketika mereka memiliki anak perempuan, mereka mengkuburnya hidup-hidup, naudzubillahi min dzalik, namun mereka dalam keadaan tidak dihargai bukan karena kehendak mereka. Sebagaimana tertera dalam Al-Qur'an “Dan apabila seorang dari mereka diberi khabar dengan kelahiran anak perempuan, merah padamlah mukanya dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah. Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An Nahl: 58-59).
Tapi jaman sekarang, perempuan-perempuan kembali pada kondisi yang sama, aurat wanita diperjual belikan. Lihatlah di TV2, iklan-iklan, majalah-majalah, siapa yang jadi model? WANITA!!!Aurat mereka diperjual belikan, dan mirisnya beberapa dari mereka justru dengan sengaja dan pengen jadi model. Naudzu billahi min dzalik. Bahkan beberapa muslimah, mereka menjual aurat mereka dengan sengaja, padahal Islam telah memuliakan mereka. Bahkan dalam beberapa kasus yang paling parah, wanita diperjual belikan dalam arti bukan hanya aurat, tapi juga seluruh tubuh mereka.Di mata umat Islam, wanita begitu dihargai dan dihormati, tapi semua berubah ketika kaum seluler mulai beraksi. Semoga para wanita segera sadar dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan termasuk yang menjadi model,dll. Hargailah dirimu, agar engkau dihargai orang lain~.Ketika suara adalah aurat wanita, sekarang banyak yang menjual suara mereka. Mereka menyanyi dengan lemah gemulai.
Masalah aurat ini begitu penting. Karena itu, seharusnya para wanita berpakaian yang sesuai dengan syari'i. Allah Ta’ala berfirman:
“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluan mereka. Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (terpaksa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan dengan jilbab ke dada-dada mereka.” (QS. An-Nur: 31). Juga ada sabda Rasulullah...“Barangsiapa yang memanjangkan kainnya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya.” Ummu Salamah bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus dilakukan oleh para wanita dengan ujung pakaian mereka?” Beliau menjawab, “Kalian boleh memanjangkannya sejengkal.” Ummu Salamah bertanya lagi, “Jika begitu, maka kaki mereka akan terbuka!” Beliau menjawab, “Kalian boleh menambahkan satu hasta dan jangan lebih.” (HR. At-Tirmizi no. 1731 dan An-Nasai no. 5241). Mengapa alasan pakaian ini begitu penting?Simak hadits riwayat Abu Hurairah berikut,“Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat:
(1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul orang.
(2) Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan berlenggok-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta.
Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari begini dan begini.” (HR. Muslim no. 2128).
Makna ‘berpakaian tetap telanjang’ adalah: Dia menutup sebagian auratnya tapi menampakkan sebagian lainnya. Dan ada yang menyatakan maknanya adalah: Dia menutupi seluruh auratnya tapi dengan pakaian yang tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya.
Wahai wanita, Jadilah wanita yang didambakan oleh Islam...Bukan wanita yang didambakan oleh setiap lelaki~...
 
 
 
 
faridkun.blogspot.com/2012/03/perbandingan-derajat-wanita-zaman.html

0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)