Rabu, 12 Juni 2013

Adakah Yang Lebih Sabar Daripada Aku Allah As-Sabur (As Sabur)

Allah selain maha pengasih lagi maha penyayang allah juga memiliki salah satu asma yaitu as-sabur yang berarti maha penyabar maka dari itu allah mengatakan,“adakah yang lebih sabar daripada aku…”. Kita tentu sering mendengar kata orang yang mengatakan sabar itu tak ada batasnya padahal tahukah sebenarnya allah dengan asma'ul husnanya as-sabur sangat senang bersama orang-orang yang sabar.

Sedikit Cerita Tentang As-Sabur

Kala itu langit berbicara kepada allah,”ya allah mengapa tak kau biarkan aku menurunkan hujan dan petir yang dasyat agar manusia binasa karena mereka telah inggkar kepada mu.” Sementara itu bumi berkata,”ya allah biarkan aku keluarkan gempa yang dasyat agar semua manusia tenggelam bersama kesombongan dan kekufurannya.”
Lalu apa kata allah sebagai as-sabur yang maha penyabar,”Biarlah walaupun mereka tidak menyembahku, mereka lupa pada ku, mereka tidak bersyukur atas nikmat yang aku berikan aku tetap biarkan mereka hidup aku berikan mereka rezeki agar mereka tahu bahwa tidak ada yang lebih sabar daripada aku.” allah as-sabur
Ya as-sabur maha penyabar itulah allah bisa kah kita bersabar karena kesabaran itu memang tidak ada batasnya kesabaran yang diiringi dengan keikhlasan pasti akan menghasilkan sesuatu yang besar. kesabaran juga salah satu ciri orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. sabar itu berasal dari bahasa arab & sudah menjadi istilah bahasa indonesia yang asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". dari segi bahasa, sabar berarti menahan & mencegah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)”
Sabar bagi manusia sendiri terbagi menjadi beberapa aspek meliputi :
Sabar menerima musibah.
Sabar menerima musibah merupakan aspek yang paling sering dinasehatkan banyak orang. sebab sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang telah diriwayatkan dalam sebuah hadits :
Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)
Sabar ketika menghadapi musuh.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.
Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)
Sabar pada jabatan & kedudukan.
Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).
Sabar dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)
Sabar dalam kerasnya kehidupan dan kebutuhan ekonomi.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).
Lalu adakah cara kita meningkatkan kesabaran ? ada…
Penyakit hati yang umum saat ini yang dialami setiap manusia adalah tidak sabar yang dapat dicegah karena jika hal ini tidak dicegah maka akan berdampak negatif pada amalan yang telah kita lakukan. Sebagaimana mendapat  hasil yang tidak memuaskan, terjerumus dalam kemaksiatan, tidak mau beribadah kepada Allah dll. Oleh karena itulah diperlukan beberapa cara untuk meningkatkan kesabaran. Diantara adalah :
  • Mengkikhlaskan niat hanya kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.
  • Memperbanyak tilawah (membaca) al-Qur'an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. lebih bagus lagi jika bacaan tersebut direnungan dan ditadaburkan makna-makna yang terkandung didalamnya. sebab al-Qur'an berfungsi sebagai obat bagi hati. termasuk juga dzikir kepada Allah.
  • Banyak-banyak  berpuasa sunnah. dengan berpuasa merupakan dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenis. puasa juga ibadah yang dapat melatih kesabaran.
  • Mujahadatun Nafs, yaitu usaha yang dilakukan untuk berusaha dengan giat dan maksimal untuk mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dll.
  • Mengingat  tujuan hidup di dunia. sebab hal ini dapat memacu kita untuk beramal secara sempurna. dengan ketidaksabaran (isti'jal), memiliki prosentase yang besar untuk menjadikan amalan seseorang kurang maksimal. apalagi jika kita renungkan bahwa Allah akan melihat "amalan" seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)
  • Perlu melakukan latihan sabar secara pribadi. seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, bagusnya melatih untuk beramal ibadah dari pada menonton televisi misalnya. lalu melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dll.
  • Membaca kisah kesabaran para sahabat, tabi'in maupun tokoh Islam lainnya. sebab hal ini juga bisa menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan di dunia nyata.

As-Sabur

Akhir kata penulis berharap apa yang disampaikan dapat bermanfaat begitulah allah, tidak ada yang lebih sabar dari pada aku allah dengan as-sabur nya dan semoga kita dapat meningkatkan kesabaran kita dalam menjalani hidup karena memang sabar tidak ada batasnya. mudah-mudahan dengan sabar kita dapat menjadi lebih baik lagi karena allah senang bersama orang-orang yang sabar. sekian mengenai as-sabur allah yang maha penyabar

as-sabur asma'ul husna
http://www.abdillahajisasmito.com/adakah-yang-lebih-sabar-daripada-aku-allah-as-sabur-as-sabur/

0 komentar:

Posting Komentar

Daftar ke PayPal dan mulai terima pembayaran kartu kredit secara instan.
Bookmark and Share
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)