Jumat, 25 November 2011

Allah Mengajarkan Cinta

Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai?

Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu

Kamu menangis kala bahagia,sedih, sakit hati, cemburu, berduka

Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta

Pernahkah cinta memerahkan hati, membutakan mata?

Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana

Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu

Padahal, sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu

Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia

DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNya diatas Arsy

Cinta dengan ketulusan hati, mengalahkan amarah

Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan RasulNya

Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu

Satu jam bersama serasa satu menit saja

Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah

Kekasih menjadi lentera hati, menerangi jalan menuju Ilahi

Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya

Namun, saat cinta dihatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia

Alirannya memekatkan darahmu, membutakan mata hati dari kebenaran

Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah

Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu

Memelukmu dalam ibadah menuju samudera kekal kehidupan tanpa batas

Menjadi media amaliah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah

Itulah cinta yang melukis hati, mewarnai kebahagiaan


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)