Jumat, 25 November 2011

Hidup Hanya Sebuah Perjalanan

Dulu, ada seorang raja yg mengatakan pada seorang penunggang kuda, bahwa jika
dia bisa menjelajahi daerah seluas apapun, maka raja akan memberikan kepadanya
daerah seluas yg sanggup dijelajahinya itu. Kontan si penunggang kuda itu
melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi
dataran seluas mungkin.

Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin untuk
menjelajahi dataran seluas mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti
untuk makan dan minum karena dia mau memiliki tanah yg maha luas.

Akhirnya tibalah ia pada suatu tempat setelah berhasil menjelajahi daerah cukup
luas, tetapi ia sudah sangat lelah dan hampir mati. Lalu dia berkata
terhadap
dirinya sendiri, "Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk menguasai tanah yg
seluas ini? Kini aku sudah sekarat, dan hampir mati dan aku hanya butuh tanah
seluas 2 meter untuk menguburkan diriku sendiri.

Cerita ini mirip dgn perjalanan hidup kita. Kita cenderung memaksa diri sangat
keras tiap hari untuk mencari uang, kekuasaan, dan keyakinan diri. Kita
cenderung mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, dan kesempatan
mengagumi keindahan di sekeliling kita, hal-hal yg ingin kita lakukan.

Kita cenderung mengabaikan kehidupan rohani kita. Kita cenderung tidak
memikirkan dengan serius hidup kita sesudah mati. Anda percaya ada kehidupan
sesudah mati? Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat
betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tidak mampu memutar
mundur waktu atas semua hal yg tidak sempat lakukan.

Maka mulai saat ini luangkanlah waktu
memikirkan sejenak hal yg akan terjadi
jika kita mati kelak. Atau apa yg akan kita lakukan saat ini seandainya kita
tahu bahwa kita akan meninggal dalam waktu seminggu lagi? Sebulan lagi? Setahun
lagi? 10 tahun lagi? Atau 40tahun lagi? atau mungkin bahkan hari ini...?

Bukankah suatu hal yg menyenangkan sekaligus menyeramkan seandainya
kita bisa mengetahui kapan kita akan mati? Cuma kita tidak tahu, kita semua
tidak ada yg tahu. Kita hanya bisa bersiap meninggalkan semuanya. Jalanilah
hidup yg seimbang, belajarlah menghargai dan menikmati hidup ini apa adanya,
dan terutama:

"TAHU APA YG TERPENTING DALAM HIDUP INI JANGAN LUPAKAN SIAPA YANG TELAH MEMBERI NAFAS SEPANJANG HIDUP INI,

JADIKAN SETIAP NAFAS KITA ADALAH ZIKIR UNTUK NYA, JADIKAN SETIAP LANGKAH KITA ADALAH IBADAH UNTUK NYA,

SESUNGGUHNYA NAFAS KITA ADA PEMILIKNYA JIKA IA MENGHENDAKI UNTUK MENGAMBIL TAK ADA DAYA KITA UNTUK MEMPERTAHANKANNYA ,

PERNAHKAH KITA BERFIKIR APABILA SUDAH KEMATIAN TIBA KITA AKAN DAPAT BERKUMPUL LAGI BERSAMA KELUARGA YANG KITA CINTAI ?

MAKA MARI KITA PELIHARA KEIMANAN KITA SELAGI KITA MASIH DIBERIKAN USIA NAFAS YANG MASIH BISA KITA RASAKAN HARI INI, HARI ESOK KITA TIDAK AKAN PERNAH MENGETAHUINYA" ...

( esok tidak ada yang pernah tahu kesempatan adalah sekarang)


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)