Senin, 21 November 2011

Menjaga Kesucian Diri

Dari Abu Malih Al Hudzli: Kaum perempuan kota Himsh atau penduduk Syam menemui Aisyah. Lalu, Aisyah berkata, "Kalian adalah kaum perempuan yang masuk kamar mandi. Padaha, aku dengar Rasulullah Saw. bersabda, 'Siapa saja perempuan yang meletakkan pakaiannya bukan di rumah suaminya, Allah Swt. akan membuka aibnya.'" (H.R. Al Tirmidzi, Abu Dawud, dan Al Hakim.)

Dari Fudhalah bin Ubaid: Ada tiga orang yang tidak akan ditanya (dipedulikan), yaitu laiki-laki yang keluar dari jamaah dan membangkang kepada imamnya lalu mati sebagai pembangkang, budak perempuan atau laki-laki yang melarikan diri lalu mati, dan perempuan yang ditinggal pergi suaminya yang telah memenuhi seluruh kebutuhan duniawinya tetapi ia mempertontonkan perhiasannya dan kecantikannya ketika suaminya pergi. Mereka semua tidak akan ditanya oleh Allah Swt. (H.R. Al Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad, Ibn Hibban, Al Hakim dan Ahmad.)

Abu Hurairah r.a.: Ketika turun ayat Al Mula'anah (tentang suami istri yang saling melaknat kerena dugaan perbuatan serong), Rasulullah Saw. bersabda, "Siapapun perempuan yang menemui suatu kaum yang bukan kerabatnya, ia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah Swt, dan Dia tidak akan memasukkannya ke dalam surga ..." (H.R. Abu Dawud dan An Nasa'i.)

Hadis-hadis di atas menunjukkan tiga contoh penyimpangan yang dilakukan oleh perempuan yang tidak menjaga diri. Mereka tidak menjaga kesucian diri dan menjerumukan dirinya ke dalam ancaman fitnah yang besar. Mereka juga tidak segera kembali pada ajaran Islam dan berlindung kepada Allah Swt. dengan bertaubat kepada-Nya.

Tiga contoh penyimpangan itu adalah: pertama, perempuan yang membuka aurat dan tidak memelihara agama dan kehormatannya. Ia tidak peduli bahwa dirinya sering memakai pakaian tipis atau melepas pakaiannya di mana saja di luar rumah suaminya. Ia bahkan memperlihatkan auratnya di tempat-tempat umum dan di depan orang-orang yang tidak berhak melihat auratnya.

Kedua, perempuan yang keluar rumah tanpa suatu keperluan, baik ketika suaminya ada di rumah atau sedang pergi, ia tidak malu membuka auratnya. Padahal, kepergian suaminya adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam hal ini, ia telah menghinakan dirinya sendiri sehingga tidak akan di tanya oleh Allah Swt. kelak di hari kiamat. Bagi seorang istri, kepergian suami adalah ujian besar. Karena itu, ia harus mampu menjaga kesucian, menjaga diri, dan tidak mengikuti ajakan-ajakan yang dapat menjatuhkan harga dirinya.

Ketiga, perempuan yang menghianati suaminya. Penghianatan istri kepada suami akan menghilangkan jaminan perlindungan Allah Swt. Jika ia tidak segera bertaubat, mungkin ia tidak akan pernah masuk surga.[]


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)