Senin, 21 November 2011

Orang Lalai Ada di Ayat Ini

QS.YUNUS:7. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami.

Ayat ini menjelaskan, orang yang tidak berharap bertemu dengan Allah. Mereka puas dengan kehidupan dunia yang tenang. Sudah bisa makan, rumah yang bagus, kendaraan ada. Sepertinya sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi.. Yang penting kehidupan di dunia terpenuhi.Tidak perlu beribadah yang penting tidak menyakiti orang lain dan tidak melanggar hukum yang dibuat manusia.

Sayangnya mereka lupa siapa yang menciptakan mereka. Mereka juga tidak berharap adanya hari kebangkitan. Kalau sudah mati ya mati tidak ada itu neraka atau surga .Memangnya sudah dapat bocoran tenang pedihnya neraka dan indahnya surga?

Dan orang-orang itulah yang lengah dari ayat-ayat Allah. Mengejar dunia tanpa memperhitungkan itu baik atau tidak. Pokoknya enjoy saja dengan apa yang telah diperbuat dan tidak percaya bahwa besok semua yang telah mereka kerjakan harus dipertanggungjawabkan.

Sedang orang yang percaya akan adanya hari berbangkit, mereka belum tenang bila waktunya ada yang tercemar dengan hal-hal yang dilarang Allah. Mereka gundah ketika sholatnya masih bolong-bolong, mereka resah ketika begitu banyak anak yatim yang terlantar. Kitalah yang lebih tahu berada di posisi manakah diri kita ini.

Semoga kita bukan bukan dari golongan orang orang yang lalai dari mengingat Allah. Allahummaamin


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)