Selasa, 06 Desember 2011

27 Petunjuk yang terdapat dalam kitab Taurat

Wahab bin Munnabih ra. mengatakan, "Terdapat dalam kitab Taurat akan dua puluh tujuh petunjuk, yaitu sebagai berikut:

1. "Barangsiapa berbekal di dunia, maka pada hari kiamat (nanti) ia akan menjadi kekasih Allah."

2. "Barangsiapa yang meninggalkan marah, maka ia menjadi tetangga Allah."

3. "Barangsiapa meninggalkan cinta kehidupan dunia, maka pada hari kiamat ia menjadi orang yang aman."

4. "Barangsiapa meninggalkan sifat dengki, maka pada hari kiamat (nanti) ia akan menjadi orang yang terpuji di hadapan para pemimpin makhluk."

5. "Barangsiapa yang tidak menyukai jabatan, maka pada hari kiamat (nanti) ia menjadi orang yang mulia di sisi Maha Raja lagi Maha Perkasa."

6. "Barangsiapa yang meninggalkan berlebihan, maka ia menjadi orang yang senang beserta orang yang berbuat kebaikan."

7. "Barangsiapa yang meninggalkan permusuhan di dunia, maka pada hari kiamat (nanti) termasuk golongan orang-orang yang beruntung."

8. "Barangsiapa yang meninggalkan sifat kikir di dunia, maka ia menjadi terkenal di hadapan para pemimpin makhluk."

9. "Barangsiapa yang meninggalkan kesenangan di dunia, maka pada hari kiamat (nanti) ia menjadi orang yang berbahagia."

10. "Barangsiapa meninggalkan yang haram, maka pada hari kiamat (nanti) ia menjadi tetangga para Nabi."

11. "Barangsiapa yang tidak melihat pada yang haram di dunia, maka pada kiamat (nanti) Allah menggembirakan matanya di dalam surga. Barangsiapa yang meninggalkan kekayaan di dunia dan memilih kefakiran, maka pada hari kiamat (nanti) Allah membangkitkan dia beserta para Wali dan para Nabi."

12. "Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan orang lain di dunia, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya di dunia dan di akhirat."

13. "Barangsiapa yang ingin dihibur di kuburnya, maka hendaklah bangun di malah hari yang gelap dan hendaklah shalat sunnah, meskipun hanya satu rakaat."

14. "Barangsiapa yang ingin berada dalam naungan Allah, maka jadilah orang yang zuhud."

15. "Barangsiapa yang ingin dihisab dengan mudah, maka jadilah orang yang menasihati diri sendiri dan saudara-saudaranya."

16. "Barangsiapa yang ingin dikunjungi malaikat, maka jadilah orang yang wira'i."

17. "Barangsiapa yang ingin tinggal di dalam keluasan surga, maka jadilah orang yang berdzikir kepada Allah pada waktu malam dan siang."

18. "Barangsiapa yang ingin masuk surga tanpa hisab, maka hendaklah taubat kepada Allah dengan taubatan nasuha."

19. "Barangsiapa yang ingin kaya, maka jadilah orang yang senang terhadap pemberian Allah baginya dan bagi orang lain yang berupa harta, kedudukan dan lain sebagainya."

20. "Barangsiapa yang ingin faqih (orang yang faham) tentang agama Allah, maka jadilah orang yang khusyuk."

21. "Barangsiapa yang ingin menjadi orang yang bijaksana, maka jadilah orang yang alim."

22. "Barangsiapa yang ingin menjadi orang yang selamat dari manusia, maka janganlah membicarakan seseorang diantara mereka, kecuali pembicaraan yang baik dan ambillah pelajaran dari apa dan untuk apa dirinya diciptakan."

23. "Barangsiapa yang ingin mulia di dunia dan di akhirat, maka hendaklah memilih akhirat atas dunia."

24. "Barangsiapa yang mengharapkan surga Firdaus dan surga Na'im yang tidak pernah rusak, maka janganlah menyia-nyiakan usia dengan membuat kesusahan di dunia."

25. "Barangsiapa yang ingin surga dunia dan akhirat, maka hendaklah menjadi orang yang murah hati, karena sesungguhnya orang yang murah hati dekat ke surga dan jauh dari neraka."

26. "Barangsiapa yang ingin diterangi hatinya oleh Allah dengan cahaya yang sempurna, maka hendaklah ia bertafakur dan mengambil pelajaran."

27. "Barangsiapa yang ingin mempunyai badan yang sabar, lisan yang dzikir dan hati yang khusyu', maka hendaklah ia banyak beristighfar (memohon ampunan) bagi orang mu'min, baik laki-laki maupun perempuan dan muslim laki-laki maupun perempuan."


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)