Selasa, 06 Desember 2011

Strategi Mengambil Keputusan, Apakah ini Logika Atau Emosi?

Desicion Making
Anda pernah dipusingkan dengan dua pilihan yang kelihatannya sama-sama penting? Saya sering sekali, dan suasana ini sangat tak mengenakkan. Saya harus membeli buku atau ikut les privat? Saya harus istirahat atau lari pagi? Mengambil keputusan kadang adalah hal tersulit dalam hidup kita.
Jika anda menghadapi hal demikian, lakukan ini. Tanyakan pada diri anda, “apa motivasi saya untuk memilih pilihan pertama, dan apa motivasi yang mendorong saya untuk memilih pilihan lainnya?
Kemungkinan besar banyak di antara pilihan kita hanya dimotivasi oleh faktor “Saya Ingin!” bukannya faktor “Saya Harus!” Faktor “Saya Ingin” berdasar pada emosi, dan hasrat. Faktor “Saya Harus” berdasar pada logika yang jernih. Sesaat setelah anda tahu hal apa yang mendorong anda, anda akan lebih terang dan jelas dalam mengambil keputusan.
Sedikit gambaran. Saat ini saya dihadapkan pada pilihan Menonton TV di rumah atau pergi berenang. Mana yang harus saya pilih sekarang juga? Saya pasti punya banyak referensi dan pertimbangan dalam hal ini. Dan itu bisa membuat saya semakin pusing.
Nah, mari kita lihat faktor apa yang mendorong saya memilih kedua pilihan ini. Saya ingin menonton TV sebab saya merasa malas untuk keluar (Inilah motivasi utamanya). Kemudian saya akan memperkuat pernyataan saya dengan “Lagipula diluar masih panas,” atau “Tunggu sampai selesai satu acara ini, ini berita hot!”
Sekarang apa motivasi saya memilih pergi berenang? Saya seharusnya pergi berenang agar bisa berolahraga dan menjadi sehat. Tambahkan pernyataan pendukung, “Dan saya bisa bertemu banyak teman di sana.” Sesimple itu!
Sekarang pilihlah mana yang menguntungkan bagi anda. Dan saya sendiri akan memilih… emm, menurut anda?

DO IT NOW!

Blog Pengembangan Diri
By. Edward Rhidwan


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)