Selasa, 06 Desember 2011

3 Mitos Tentang Logika dan Emosi

Hey bro!

Today gue mau post sedikit tentang LOGIKA dan EMOSI. Sebagai catatan, emosi disini gue sebut juga sebagai KREATIVITAS.

Intinya, logika itu berkaitan dengan fungsi otak KIRI, dan emosi/kreativitas itu otak KANAN. Okay? :D

Yap, not much to say, kita sering punya pemahaman yang salah mengenai dua hal tersebut.

Okey lah. Simak aja yang di bawah ini!

****

1. Logika lebih penting daripada kreativitas, atau sebaliknya.

Banyak yang beranggapan, bahwa dalam hal tertentu, logika lebih penting, atau sebaliknya.

Misalnya, ketika orang dihadapkan pada soal Matematika. Kita sering menitikberatkan pentingnya logika dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Faktanya, logika semata tidak cukup. Kreativitas juga harus ada untuk mendukung untuk mengerjakan soal tersebut. Kita harus bisa kreatif, dalam mencari rumus yang tepat, sesuai dengan bentuk soal yang ingin kita jawab. Lalu dengan kreativitas, kita harus bisa menemukan cara mengerjakan soal yang CEPAT dan EFEKTIF, tidak selalu harus menggunakan rumus yang baku.

Sebaliknya, dalam soal CINTA, kreativitas memang memegang peranan yang cukup besar. Kreativitas yang dimaksud disini adalah, emotional quotient atau kecerdasan emosi. EQ memang mutlak diperlukan untuk membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Bukan begitu?

Tapi, bukan berarti logika harus dibuang jauh-jauh. Karena dalam matriks sosial (cinta adalah salah satu bentuk interaksi sosial), pasti ada pola-pola yang berulang dan baku. Disitulah logika berperan untuk mempelajarinya.

2. Logika dan emosi bekerja secara terpisah.

Ada yang beranggapan, kalo seseorang itu kadangkala berpikir secara LOGIS, kadangkala berpikir secara EMOSI.

Maka kita sering dengar orang berkata, “Eh lu jangan emosi dong! Pikir dulu pake otak!”, atau “Lu kebanyakan mikir banget sih. Biasa aja, let it flow!”

Yang benar adalah kedua mode berpikir tersebut selalu bekerja secara simultan dan bersamaan, atau looping process. Gue pernah baca literatur tentang ini, tapi gue lupa dimana :D

3. Cowok berpikir logis, dan cewek berpikir secara emosional.

Faktanya, banyak cowok yang melakukan tindakan tidak logis, dan banyak cewek yang bertingkah laku terlalu logis.

Misalnya, ada cowok yang lagi patah hati, gara-gara diputusin ceweknya. Secara EMOSIONAL, dia melakukan tindakan-tindakan pelarian, seperti buru-buru mencari pacar lagi. Atau, mungkin melakukan pelarian ke arah yang lebih negatif seperti merokok, minum, dan fly-fly.

Apakah cowok berpikir secara logis ketika melakukan tindakan tersebut? :D

Sama halnya seperti cewek. Nyatanya, cewek jaman sekarang, dalam memilih pacar ternyata lebih mengedepankan unsur berpikir LOGIS. Apalagi mereka yang merasa smart, cenderung hiper-selektif dalam memilih pasangan. Mereka sepertinya sudah kebal dengan bujuk rayu cowok-cowok badboys, playboys, players, party boys, dan lain-lain. Maka wajar saja saat ini banyak wanita karir yang masih jomblo di usia 30an.

Intinya, perbedaan antara cara berpikir cowok dan cewek tidak SIGNIFIKAN seperti yang anda duga selama ini. Yang benar adalah, cewek biasanya lebih EKSPRESIF dalam mengungkapkan isi hati dan perasaan terdalamnya. Mungkin itu yang membuat mereka terlihat lebih emosional.

****

Okay bro, sekian aja. Semoga menginspirasi dan membuka hati, hehehe :D

Bye!


0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)