Selasa, 03 Januari 2012

Topik Kajian 5: Huruf Jar

Topik kali ini, kita akan membahas mengenai Huruf Jar. Binatang apakah ini? Dalam bahasa Indonesia kita biasa menyebut kata depan spt:

Saya di rumah
انا في البيت ana fii al-bayti

Kata: di (atau didalam) dalam bahasa Arab adalah في fii, inilah yang disebut huruf Jar.

Kembali ke surat Al-Baqaroh: 1-2

Kitab itu, tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang muttaqien. Ada 2 huruf jar kita temui yaitu:

لا ريب فيه (laa raiba fii hi) yaitu pada kata فيـ (fii) yang artinya di atau didalam
هدى للمتقين(hudan lil-muttaqien) yait pada kata ل (li) yang artinya bagi. Kata للمتقين ini jika kita pecah terdiri dari 2 kata yaitu ل (li) dan المتقين (al-muttaqien).

Apa saja huruf jar yang sering dijumpai?

Tadi sudah disebutkan dari, untuk. Yang cukup banyak dijumpai adalah:
من min = dari
إلى ila = ke
عن 'an = dari
على 'ala = diatas
تحت tahta = dibawah
في fii = didalam
ل li = untuk/bagi

Wah wah banyak yang mesti dihafal ya? Kalau gak mau repot, kalau menghafalkan surat Al-Baqaroh, ingat saja kata fii dan li.

Untuk latihan:
Saya didalam pasar
انا في السوق -- ana fi as-suuqi

Dia dari terminal
هو من المحطة huwa minal mahaththoti

Sebelum menutup topik ini, dulu waktu saya menghafal ayat Al-Quran, kadang suka salah.

Misalkan yang betul:
laa roiba fiihi hudal lil muttaqien. للمتقين

Nah saya suka lupa menyebutkan begini:
laa roiba fiihi hudal lil muttaquun. للمتقون

Walaupun secara arti, keduanya artinya sama, tetapi secara tata-bahasa yang betul adalah yang pertama (muttaqien).

Nah lalu, apa bedanya muslimiin, dengan muslimuun? Ini dibahas dalam topik berikut. Topik berikut insya Allah, mengenai hukum yang berkaitan dengan huruf jar.

0 komentar:

Poskan Komentar

Bookmark and Share
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)