Senin, 20 Agustus 2012

Memaknai Cinta Secara Utuh

Perangkat Cinta
Cinta,sebuah kata yang akan dibicarakan terus-menerus sepanjang hidup manusia. Sebuah kata yang ditakdirkan tidak berbenda. Tidak terlihat. Hanya terasa. Tetapi dahsyat.
Menurut Ust.Anis Matta,cinta mewakili seperangkat kepribadian manusia yang utuh:gagasan,emosi,dan aksi. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang diacintai menjadi lebih baik.ia juga emosi yang penuh gelora dan luapan perasaan. Gagasan dan emosi saja tidak cukup. Gagasan yang baik itu harus dituangkan dalam suatu tindakan yang nyata.
Sayangnya kebanyakan orang hanya mengambil bagian tengah dari perangkat itu,yaitu emosi. Dalam kehidupan mereka,cinta hanya gumpalan perasaan yang penuh dengan romantika dan perasaan indah belaka. Mereka sering melalaikan gagasan dan aksi untuk mencapai keadaan yang lebih baik. Bahkan mereka berani mempertahankan penderitaan atas nama cinta. Mereka lebih rela ‘tinggal di gubuk derita karena cinta’ dibanding mengembangkan diri dan membantu orang yang mereka cintai mendapat keadaan yang lebih baik. Karena itu kehidupan mereka tidak berkembang.
Cinta adalah sebuah perasaan totalitas. Gabungan yang utuh antara emosi yang menggelora dan tindakan nyata untuk berbuat demi kebaikan orang yang kita cintai. Emosi dan aksi harus berpadu menghasilkan kebaikan untuk orang yang kita cintai dan diri kita sendiri
Jadi terjebak pada pusaran emosi cinta tidak akan membawa kebaikan yang utuh bagi orang yang kita cintai dan bagi diri kita sendiri. Kata cinta harus dimaknai secara menyeluruh dan utuh. Gagasan,emosi,dan aksi untuk kebaikan bersama.
Pekerjaan orang besar
Mencintai bukanlah pekerjaan yang mudah. Mencintai adalah pekerjaan orang besar - begitu anis matta menyebut. Karena itu pecinta sejati merupakan orang yang terus mengembangkan kepribadiannya. Pecinta sejati tidak akan terus-menerus berkubang dalam emosi yang terus membuainya. Dia bisa keluar dan mampu mengendalikan perasaannya. Karena itu dibutuhkan kepribadian yang terus berkembang. Cinta dan kepribadian adalah dua kata tumbuh bersama dan sejajar.
Karena itu, untuk memberikan cinta yang berkualitas, ada dua hal yang harus dilakukan. Yang pertama adalah memahami dan memaknai cinta secara utuh dan menyeluruh. Yang kedua adalah pengembangan kepribadian terus menerus.
Selamat memberikan cinta yang berkualitas. Salam cinta……
Terinspirasi dari buku Serial Cinta (Anis Matta).

0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)