Sabtu, 15 September 2012

Berbicara sedikit tentang malu >,< "



Maluu?? Apa sih malu ???

Malu, menurut kebanyakan orang mengartikan “makhluk bernama malu” ini  sebagai suatu akibat dari perbuatan,peristiwa atau kejadian yang berdampak kepada psikis kita yang menimbulkan rasa ketidakberhargaan diri , jatuhnya harga diri, atau bahasa mudahnya adalah hilang nya harga diri,, atau semacam nya... pokoknya malu dehhhh...emang iyaaaaa ??? uhmmm  ‘,’a

Apa iya seperti itu,,, berarti malu merupakan sikap yang tidak boleh dimiliki oleh diri kita dong.. tapi apa iya ???

Coba kita hayati dulu dari sumber yang akurat berikut ini ^^  >>>

Rasulullah menjadikan sifat malu bagian dari cabang iman. Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah bersabda, ''iman memiliki 60 atau 70 cabang. Paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illallah', dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dijalan. Dan sifat malu adalah cabang dari keimanan." (HR. Muslim dalam kitab Iman, hadits nomor 51)

Dan ini >>>

Diriwayatkan dari Abdillah ibni Mas'ud  ia berkata, Rasulullah telah bersabda pada suatu hari : "Milikilah rasa malu pada Allah dengan sebenar-benarnya! Kami para Sahabat berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya kami alhamdulillah telah memiliki rasa malu. Rasulullah bersabda: "Bukan sekedar itu akan tetapi barang siapa yang malu dari Allah dengan sesungguhnya hendaknya menjaga kepalanya dan apa yang ada didalamnya, hendaknya ia menjaga apa yang ada diperutnya dan yang ada didalamnya, hendaknya ia mengingat mati dan hari kehancuran. Dan barang siapa menginginkan akhirat ia akan meninggalkan hiasan dunia. Barang siapa yang mengerjakan itu semua berarti ia telah malu kepada Allah dengan sesungguhnya." (Musnad Ahmad)

Sebetulnya masih banyak hadits2 atau ayat al-quran terkait masalah malu. Tapi saya memberi kesempatan kepada anda untuk mencari lebih banyak hal-hal yang berkaitan dengan  malu,,, hehe ^^
Malu mempunyai tempat tersendiri. Ada saat nya kita menempatkan malu pada tempat yang tepat. Dan memang seharusnya kita menempatkan rasa malu ditempat yang sepantasnya, agar malu itu tidak protes ketika kita menempatkannya di tempat yang tidak pantas untuk dia bersemayam disana...

 ( * waaahhh kayak apa aja, bersemayam hihihi ^^)

Tapi serius lho.. masalah malu ini memang sangat dekat dengan kita, dan kadang-kadang kita harus bisa menyikapinya dengan bijak ( deeeuuhh apa pula nih ,, )

( Eeeehh, mulai serius neeehh >,< ).

Eheeemmm,,, begini kawan,, ketika kita melakukan suatu tindakan berupa hal positif dan hal tersebut menunjang kebaikan untuk diri kita, untuk apa kita malu. Jika kita tidak melakukan hal yang memalukan untuk apa kita malu. Apalagi melakukan suatu perbuatan yang baik buat kita, lebih-lebih untuk orang lain. Untuk apa malu.

Allah memang menganugerahkan kita sifat malu agar kita dapat membatasi pergaulan kita, sikap kita de el el nya dech... hehe.
Terkadang saya pun sering sekali menempatkan rasa malu tidak sesuai pada tempatnya. Dan akibatnya itu sungguh betul2 merugikan gue bangeeeuuuuddd... >,<”.

Jadi, bagi yang pemalu bangeddd seperti saya ini , ups... . cobalah mulai sekarang memberanikan diri untuk melakukan hal yang positif untuk diri sendiri, terlebih yang berdampak baik pula untuk orang lain. Karena sebaik baik muslim adalah yang bermanfaat bagi saudaranya. Tapi jangan mau dimanfaatin yaa... hehe ^^V.
Berbicara tentang wanita, ada yang bilang kalau “ muslimah cantik, menjadikan rasa malu sebagai mahkotanya” => sms s’orang sahabat ^^V.

Namun, merenungi kalimat tersebut memang benar adanya. Muslimah /wanita yang menjaga rasa malunya ( malu u/ hal2 tertentu ) akan terlihat lebih cantik, lebih anggun. Iya gitu ??? coba aja liat. Beda deh, muslimah/wanita yang menjaga diri dengan rasa malunya dengan muslimah/wanita yang “selebor/betingkah seenaknya”. Lebih adem liat yang mana coba  ????

Ahhhh.. gak usah ditanya dech. Secuek2 nya orang , dalam dirinya masih terselip untuk melihat sesuatu yang dipandang baik, dan memang baik. Meski pada akhirnya sok’ cuek. Tapi dalam hati, yakin deh membenarkan ,,, hehe ^.^a

Yaaaaaaaahhh. Asal jangan malu2in aja dah yaaakkk...

Sayang nya sekarang itu, makin banyak aja yaaa,, para wanita yang udah gak peduli lagi sama harga dirinya, dan menanggalkan rasa malu itu dari dirinya, sementara Allah telah menganugerahkan rasa malu kepada wanita sebagai mahkota kemuliaanya.. ckckc...
*geleng2.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi).

 Yaaahhh sudah selaiknya kita ( yg merasa wanita ) menjaga kehormatan diri dengan perisai malu. Dengan begitu kita mulia bukan dari pandangan manusia saja, tapi mulia dihadapan Allah SWT lebih utama ^,^V.


zaracecantia.blogspot.com/2012/04/berbicara-sedikit-tentang-malu.html

0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark and Share
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)